Reformasi Birokrasi dan Omnibus Law Dinilai Akan Dorong Percepatan Investasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Reformasi Birokrasi dan Omnibus Law Dinilai Akan Dorong Percepatan Investasi

Rabu, 15 Januari 2020 | 13:13 WIB
Oleh : Mashud Toarik / MT

Jakarta, Beritasatu.com – Pelaku usaha menyambut baik kebijakan pemerintah dalam melakukan reformasi birokrasi serta penyederhanaan regulasi melalui konsep Omnibus Law. Dua langkah ini diyakini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan pelambatan ekonomi global.

Sebagaimana diketahui, perlambatan ekonomi dunia masih menjadi perhatian pelaku usaha. Apalagi Ekonom Bank Dunia menilai perlambatan ekonomi global semakin meluas dan terus berdampak terhadap banyak negara.

Sejak Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari semula 2,9% menjadi 2,6%, beberapa negara mulai menyiapkan rangkaian kebijakan untuk mencegah dampak perlambatan tersebut berpengaruh terhadap kinerja perekonomian di negaranya, tidak terkecuali Indonesia.

Wajar sebab perlambatan ekonomi global di khawatirkan akan berimbas pada lesunya permintaan ekspor dan investasi Indonesia sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 sebesar 5,3% yang bersumber dari pertumbuhan ekonomi yang menekankan pada sektor konsumsi.

Kendati posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup menggembirakan, fakta tersebut tetap menjadi tantangan bagi pemerintah. Untuk itu optimisme mencapai target pertumbuhan ekonomi perlu didukung oleh langkah-langkah strategis, penting bagi pemerintah untuk mengukur potensi pertumbuhan ekonomi.

Pandangan tersebut diungkapkan oleh Sandiaga Salahuddin Uno. Sebagai Pengusaha, Sandiaga meyakini arah kebijakan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah sudah tepat. “Konsep omnibus law di harapkan mampu mendorong realisasi percepatan investasi. Dengan investasi yang kondusif maka dapat menggerakkan dunia usaha yang secara tidak langsung mampu mendongkrak perekonomian bangsa”, jelasnya.

Sandiaga Uno juga menyakini bahwa percepatan transformasi ekonomi dari pusat produksi ke distribusi akan menggairahkan pelaku usaha kecil menengah. “Sehingga iklim dunia usaha semakin kondusif dan hal ini akan merangsang pelaku usaha untuk lebih berkembang”, tandasnya.

Sementara terkait defisit neraca perdagangan, Mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini menilai, upaya pemerintah melakukan transformasi ekonomi melalui omnibus law akan berdampak untuk mengurangi defisit tersebut. Salah satunya potensi pertumbuhan nilai ekspor produk UKM, yang saat ini hanya 14,5% diyakininya akan meningkat menjadi 30% pada 2024.

Sebagai catatan, saat ini omnibus law tengah bergulir, apabila disetujui DPR maka aturan ini merevisi banyak UU. Terdapat tiga omnibus law yang akan diajukan secara bertahap. Pertama, omnibus law tentang cipta lapangan kerja. Kedua, omnibus law tentang perpajakan dan berkaitan dengan usaha mikro kecil dan menengah.

Dalam keterangannya, Sandiaga juga menyinggung kasus Jiwasraya, yang tengah marak di bicarakan, Dia mendukung penegakan hukum untuk menuntaskan kasus Jiwasraya demi keadilan bagi para nasabah yang sekitar 7 juta orang, agar ke depannya tidak terulang lagi.

“Perlu ada solusi jangka pendek, dimana di butuhkan campur tangan negara misalnya mengumpulkan seluruh BUMN asuransi untuk membantu menyisihkan sejumlah dana, agar Jiwasraya dapat memenuhi kewajibannya ke seluruh nasabahnya dan tidak menunda permasalahan ini berlarut-larut,” pungkasnya.



Sumber: Majalah Investor


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Akseleran Target Nikmati Profit di 2021

Lewat perluasan pasar dan basis lender, termasuk menangguk pendanaan seri B yang rencananya digelar tahun ini, Akseleran target nikmati profit di tahun 2021.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Sesi I, IHSG Berbalik Melemah ke 6.301

IHSG terkoreksi 0,38 persen ke kisaran 6.301,2.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Melemah, Rupiah Masih Tertahan di Kisaran Rp 13.700

Rupiah berada di level Rp 13.705 per dolar AS atau terdepresiasi 25 poin (0,18 persen).

EKONOMI | 15 Januari 2020

BPS Catat Neraca Perdagangan RI Defisit US$28,2 Juta

Defisit disebabkan oleh defisit sektor migas US$971,3 juta, walaupun sektor nonmigas mencatatkan surplus US$943,1 juta.

EKONOMI | 15 Januari 2020

MiLearn Jadikan Agen Manulife Makin Produktif

Aplikasi MiLearn membuat agen asuransi Manulife bisa bekerja dengan lebih baik dan produktif.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Rupiah Melemah ke Rp 13.700 Pagi Ini

Rupiah berada di level Rp 13.714 per dolar AS atau terdepresiasi 34 poin (0,25 persen).

EKONOMI | 15 Januari 2020

IHSG Berpotensi Menguat Ditopang Sentimen AS-Tiongkok

Rekomendasi Valbury hari ini UNVR, BMRI, WIKA, BDMN, JPFA, BSDE.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Investor Nantikan Rilis Data Neraca Perdagangan

Konsensus median Bloomberg memperkirakan defisit neraca perdagangan USD 422 juta.

EKONOMI | 15 Januari 2020

IHSG Dibuka Menguat, Bursa Asia Mixed

IHSG dibuka menguat 0,31 persen ke kisaran 6.345,1.

EKONOMI | 15 Januari 2020

Laris Manis, Obligasi Lippo Karawaci Oversubscribed 4,5 Kali Lipat

Lippo Karawaci tidak memiliki utang besar yang akan jatuh tempo selama lima tahun ke depan sampai 2025.

EKONOMI | 15 Januari 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS