Laporan PBB: Pertumbuhan Ekonomi Global 2019 Terendah 1 Dasawarsa

Laporan PBB: Pertumbuhan Ekonomi Global 2019 Terendah 1 Dasawarsa
Ilustrasi ( Foto: BSMH )
/ WBP Jumat, 17 Januari 2020 | 10:43 WIB

Jenewa, Beritasatu.com - Ekonomi global mengalami pertumbuhan terendah dalam satu dasawarsa, merosot menjadi 2,3 persen pada 2019, karena perselisihan perdagangan yang berkepanjangan, sebuah laporan PBB mengatakan Kamis (16/1/2019).

Menurut Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia PBB 2020, proyeksi pertumbuhan global 2,5 persen pada tahun 2020 dimungkinkan jika risiko yang ada diatasi. Namun peningkatan ketegangan perdagangan, gejolak keuangan atau peningkatan ketegangan geopolitik dapat menggagalkan pemulihan.

"Pelemahan berkepanjangan kegiatan ekonomi global dapat menyebabkan kemunduran signifikan pembangunan berkelanjutan, termasuk tujuan mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja yang layak untuk semua, kata laporan itu.

Menko Luhut: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Lebih dari 5,1%

Sementara ketidaksetaraan yang meluas dan krisis iklim yang semakin parah memicu ketidakpuasan yang tumbuh di banyak bagian dunia. Demikian laporan itu.

Mari Elka Ditunjuk Jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan, risiko ini dapat menimbulkan kerusakan parah dan jangka panjang pada prospek pembangunan.

Di Amerika Serikat, penurunan suku bunga baru-baru ini oleh Federal Reserve AS dapat memberikan dukungan untuk kegiatan ekonomi. Namun mengingat ketidakpastian kebijakan yang terus-menerus, kepercayaan bisnis yang lemah, dan memudarnya stimulus fiskal, pertumbuhan PDB di AS diperkirakan melambat dari 2,2 persen pada 2019 menjadi 1,7 persen pada 2020.

Di Uni Eropa, manufaktur akan terus terganjal oleh ketidakpastian global. Namun hal ini akan diimbangi sebagian oleh pertumbuhan stabil konsumsi swasta, sehingga memungkinkan kenaikan moderat pertumbuhan PDB dari 1,4 persen pada 2019 menjadi 1,6 persen pada 2020.

Meskipun ada hambatan besar, Asia Timur tetap menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan kontributor terbesar bagi pertumbuhan global, menurut laporan tersebut.

Di Tiogkok, pertumbuhan PDB diproyeksikan turun moderat secara bertahap dari 6,1 persen pada 2019 menjadi 6,0 persen pada 2020 dan 5,9 persen pada 2021, didukung oleh kebijakan moneter dan fiskal yang lebih akomodatif.

Pertumbuhan di negara-negara berkembang besar lainnya, termasuk Brazil, India, Meksiko, Rusia, dan Turki, diperkirakan akan mendapatkan momentum pada tahun ini.



Sumber: ANTARA