Menperin akan Beberkan Strategi RI Masuki Industri 4.0 di WEF 2020

Menperin akan Beberkan Strategi RI Masuki Industri 4.0 di WEF 2020
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. ( Foto: Dok )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 20 Januari 2020 | 15:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dijadwalkan melakukan kunjungan kerja dalam rangka menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss, pada 20-23 Januari 2020. Melalui agenda ini, diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap kesiapan Indonesia memasuki era industri 4.0 sekaligus merebut peluang meningkatkan investasi di sektor industri.

“Indonesia telah meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 sebagai aspirasi untuk merevitalisasi industri manufaktur di Tanah Air. Inisiatif ini akan memanfaatkan teknologi industri 4.0 dalam perangkat utama produksinya guna memacu daya saing secara lebih efisien,” kata Menperin sesuai keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Selain menjadi pembicara pada sejumlah diskusi panel Agus Gumiwang Kartasasmita juga bakal melakukan pertemuan dengan para pelaku industri skala global dan Kepala Eksekutif WEF, Klaus Schwab. “Kami akan turut pula menghadiri acara pembukaan Indonesia Pavilion,” tutur Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pada kesempatan tersebut, Agus akan menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia dalam upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif, khususnya bagi keberlangsungan sektor industri. “Misalnya dengan kemudahan izin usaha serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal,” jelas Agus Gumiwang Kartasasmita.

Apalagi, pemerintah saat ini memfasilitasi pemberian insentif super deduction tax untuk mendorong pelaku industri agar terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi dan kegiatan litbang. “Kami berharap peningkatan investasi ini guna memperkuat struktur manufaktur di dalam negeri, terjadinya transfer teknologi, serta menghasilkan produk substitusi impor sekaligus memacu ekspor,” sebut Agus Gumiwang Kartasasmita.

Lebih lanjut, sesuai tekad Presiden Joko Widodo pada periode keduanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai program prioritasnya, Menperin menegaskan, pihaknya sudah proaktif melaksanakan berbagai program seperti peluncuran pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri di berbagai daerah.

“Selain itu, mengadopsi dual system dalam pendidikan vokasi industri di seluruh unit pendidikan yang dimiliki Kementerian Perindustrian. Kami pun memfasilitasi pendirian politeknik dan akademi komunitas di kawasan industri, kemudian adanya pemberian sertifikasi kompetensi untuk pekerja industri, serta menyiapkan SDM industri dalam menghadapi era industri 4.0,” papar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Bahkan, Kemperin sedang mendirikan Digital Capability Center di Jakarta sebagai pusat inovasi dan pengembangan industri 4.0. “Visinya sebagai pusat adopsi industri 4.0 di Indonesia dan jendela dunia bagi pengembangan Industri 4.0 di Indonesia,” imbuh Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 4.0 itu juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku industri nasional terhadap perkembangan industri 4.0. Tujuannya antara lain untuk membangun kapabilitas mereka, menghubungkan dengan stakeholder terkait, mendukung implementasi industri 4.0, serta menjadi pusat riset dan percobaan untuk inovasi dan teknologi baru.

Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, pihaknya akan mengajak stakeholder dan pelaku industri yang menghadiri WEF 2020 untuk bisa berpartisipasi pada ajang Hannover Messe yang digelar pada bulan April nanti. Sebab, Indonesia menjadi official partner country di pameran teknologi industri yang bergengsi di tingkat dunia tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com