Komisi I DPR: Norwegia Salah Satu Mitra Terdekat Indonesia

Komisi I DPR: Norwegia Salah Satu Mitra Terdekat Indonesia
Teuku Riefky Harsya (Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)
Carlos KY Paath / AO Selasa, 21 Januari 2020 | 23:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi I DPR menerima kunjungan 18 anggota parlemen Komisi Luar Negeri dan Pertahanan Norwegia, Selasa (21/1/2020). Ketua delegasi Norwegia dipimpin Anniken Huitfeldt dari Partai Pekerja didampingi Duta Besar Vegard Kaale.

“Bagi Indonesia, Norwegia adalah satu mitra terdekat Indonesia. Kunjungan Parlemen Norwegia dari Komisi Luar Negeri dan Pertahanan secara signifikan akan mendukung kerja sama antara kedua, khususnya dalam memajukan hubungan peningkatan perdagangan, alih teknologi dan kontak antarwarga,” kata Wakil Ketua Komisi I, Teuku Riefky Harsya dalam keterangannya, Selasa (21/1/2020).

Menurut Riefky, kunjungan delegasi Norwegia juga sangat tepat momentumnya. Pertama, hubungan antara Indonesia dan Norwegia tengah mengalami penguatan serius. Pada 2015, Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu dengan Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg di Jakarta. Ketika itu terdapat beberapa komitmen di berbagai sektor, terutama perikanan, energi, dan lingkungan.

Kedua, kunjungan bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Norwegia, terhitung sejak 1951. Ketiga, lebih dari 35 perusahaan Norwegia memiliki kerja sama di Indonesia dalam bidang minyak dan gas, energi terbarukan, industri maritim, perikanan dan akuakultur.

“Kami berharap melalui kunjungan ini dapat semakin meningkatkan bisnis dan kerja sama dengan ragam keunggulan Norwegia, seperti perikanan dan akuakultur, serta energi terbarukan,” ungkap Riefky.

Riefky mengatakan, Komisi I mengharapkan kunjungan ini dapat meneguhkan keberlanjutan kerja sama berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan, pengoperasian, dan ragam pengelolaan program yang berkualitas dan bermanfaat bagi rakyat di masing-masing negara.

Sementara itu, Ketua Delegasi Norwegia, Anniken menyatakan, kunjungan Parlemen Norwegia dalam kerangka memperkuat hubungan dengan Indonesia yang memiliki makna bilateral dan multilateral. Indonesia memiliki jauh lebih banyak wilayah hutan daripada Norwegia.

Hal ini dipandang memiliki potensi signifikan untuk berperan dalam mengurangi dampak dari krisis iklim global yang juga berdampak kepada Norwegia. Anniken mengatakan, dampak itu juga sangat dirasakan oleh Beruang Kutub di negara yang berada di utara Eropa.

Kunjungan delegasi Norwegia ke Indonesia akan berlangsung empat hari. Dua hari di Jakarta dan dua hari di Kalimantan Timur. Kedatangan delegasi juga dalam rangka melihat peluang kerja sama mencegah dampak krisis iklim global.

Anniken turut menyampaikan harapannya mewakili pemerintah Norwegia agar Indonesia dapat segera meratifikasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Tujuannya semata-mata untuk meningkatkan potensi kerja sama kedua negara di berbagai sektor.



Sumber: Suara Pembaruan