Pelabuhan dan Bandara di Labuan Bajo Rampung Akhir Tahun Ini

Pelabuhan dan Bandara di Labuan Bajo Rampung Akhir Tahun Ini
Budi Karya Sumadi. ( Foto: Antara )
Lona Olavia / FER Selasa, 21 Januari 2020 | 23:23 WIB

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menargetkan pembangunan infrastruktur transportasi seperti Pelabuhan dan Bandara di Labuan Bajo dapat diselesaikan pada akhir tahun 2020 seperti yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Revitalisasi Pelabuhan lama dan Bandara maunya Pak Presiden akhir tahun 2020 sudah selesai semuanya. Insyaallah bisa selesai,” ujar Budi Karya seusai melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat dan jajaran Kemenhub di Labuan Bajo, Selasa (21/1/2020).

Dalam rakor yang dihadiri pula oleh Konsorsium pemenang proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Bandara Komodo, Menhub mengatakan, untuk tahap pertama yang akan dilakukan adalah proses pembebasan lahan seluas 18 hektare hingga 20 hektare untuk perpanjangan landasan pacu (runway) dan revitalisasi terminal Bandara Komodo.

"Saya koordinasi intensif dengan Pak Gubernur NTT dan calon atau investor Bandara Komodo, paling tidak pembebasan tanah dalam tiga bulan itu harus selesai,” jelas Menhub.

Menhub mengatakan, landasan pacu Bandara Komodo akan diperpanjang menjadi 2.750 meter dari semula 2.250 meter. Dengan perpanjangan runway maka pesawat Airbus A300 dapat mendarat sehingga bisa menjangkau rute Jepang, Tiongkok, dan Australia.

Skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan konsorsium CAS ini akan dilakukan selama 25 tahun, dengan masa pembangunan untuk revitalisasi bandara selama 6 tahun. Diharapkan Bandara Labuan Bajo mempunyai wajah baru dan semakin menarik minat wisatawan.

"Setelah handling over dengan konsorsium CAS dilakukan, bulan Juni sudah mulai dilakukan renovasi sehingga kita harapkan awal 2021 bandara Komodo sudah menjadi bandara internasional. Harapannya sudah ada turis-turis khususnya dari Singapura, karena kan Changi menjadi partner sehingga target menaikan jumlah penumpang menjadi 4 juta pertahun dapat terealisasi,” ucap Budi Karya.



Sumber: Suara Pembaruan