Menhub Minta Manajemen Baru Garuda Perkuat Sinergi

Menhub Minta Manajemen Baru Garuda Perkuat Sinergi
Pesawat Garuda Indonesia di bandara Adisucipto, Yogyakarta, Sabtu (5/10/2019) ( Foto: Beritasatu Photo/Uthan )
Thresa Sandra Desfika / FER Kamis, 23 Januari 2020 | 15:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengungkap sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan manajemen baru Garuda Indonesia. Salah satunya, bersinergi dalam mengembangkan kegiatan pariwisata di tanah air.

Direksi Garuda Diminta Komitmen Soal Keselamatan Penerbangan

Budi Karya menuturkan, Garuda adalah flight carrier kebanggaan Indonesia. Di satu sisi, pihaknya mendukung penuh Garuda Indonesia untuk berkembang. Namun, Garuda juga harus memberikan ruang kepada stakeholders lain untuk bisa menjadikan maskapai kebanggaan nasional ini sebagai mitra.

"Salah satu pekerjaan rumah adalah bagaimana ke depan Garuda bisa bersinergi dengan kepentingan yang lain di Indonesia, apakah berkaitan pariwisata atau kegiatan ekonomi lain," papar Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Persoalan lain, ujar Budi Karya, menyelesaikan beban masa lalu. Selain itu, manajemen baru Garuda harus berkomitmen melakukan transformasi dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Berikut Susunan Direksi dan Komisaris Baru Garuda Indonesia

"Mereka harus melakukan suatu klarifikasi atau perubahan bagaimana GCG (good corporate governance) diterapkan di Garuda. Karena mungkin ini menjadi penting," imbuh mantan direktur utama PT Angkasa Pura II itu.

Budi Karya mengakui, Menteri BUMN Erick Thohir sudah melakukan koordinasi sebelum memutuskan jajaran direksi baru Garuda Indonesia. Menurutnya, penunjukan direktur utama Garuda Indonesia menjadi kewenangan penuh menteri BUMN. Menhub sendiri sebatas melakukan kepatutan untuk calon-calon yang akan menduduki posisi direktur operasi dan direktur teknik.

Budi Karya melanjutkan, manajemen baru Garuda Indonesia sudah menyampaikan susunan lengkap mereka kepada Kementerian Perhubungan (Kemhub). Rencananya, pada Jumat (24/1/2020) mendatang, manajemen baru Garuda akan menemuinya untuk membahas rencana ke depan Garuda Indonesia.

Punya Dirut Baru, Saham Garuda Indonesia Langsung Melesat

Menurut Budi Karya, salah satu hal yang kemungkinan akan dibahas bersama manajemen Garuda, terkait tarif penumpang pesawat.

"Saya pikir kita bisa diskusi (masalah tarif). Tapi saya percaya Garuda nanti punya strategi baik, misalnya kalau mau cari tiket murah semestinya kan dari kapasitas 100 persen selama ini 30 persen kosong. Nah kenapa tidak dijual sejak tiga bulan sebelumnya," pungkas Budi Karya.



Sumber: BeritaSatu.com