SDM, Mentor, dan Dana Hantui Startup Indonesia

SDM, Mentor, dan Dana Hantui Startup Indonesia
Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo (kiri), Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Syaifullah (tengah), dan Direktur Finance dari Mandiri Capital Hira Laksaman (kanan), di acara GoStartup Indonesia (GSI) Scale Con 2018, di Jakarta, Senin, 3 Desember 2018. ( Foto: BeritaSatu Photo / Herman )
Ahmad Salman / YTB Kamis, 23 Januari 2020 | 22:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Akses Permodalan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo menyebut startup Indonesia memiliki potensi besar. Sebab mampu menarik perhatian pemain besar global. Potensi ekonomi digital Indonesia sampai 2024 menyentuh angka Rp 1.400 triliun.

Meski demikian Fadjar mengatakan, belum lama berselang, saat ini startup Indonesia menghadapi tiga masalah utama yaitu SDM, mentor, dan dana.

Menurut Fadjar ketersediaan SDM dengan kemampuan yang dibutuhkan industri belum cukup. Namun kini telah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.

Saat ini sebagian besar startup masih memperoleh pendanaan dari pendiri masing-masing. Startup Indonesia yang didukung lembaga perbankan hanya sebesar 24,4 persen. Sedangkan dari venture capital hanyalah sebesar 0,06 persen.

Sedikitnya startup yang memperoleh pendanaan dari institusi perbankan diakibatkan persyaratan yang dinilai sulit dipenuhi startup.



Sumber: BeritaSatu TV