Kekhawatiran Virus Korona Picu Harga Emas Menguat US$ 8,7

Kekhawatiran Virus Korona Picu Harga Emas Menguat US$ 8,7
Ilustrasi emas. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
/ WBP Jumat, 24 Januari 2020 | 08:55 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berbalik naik (rebound) pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (24/1/2020), karena meningkatnya kekhawatiran wabah virus korona di Tiongkok akan berdampak terhadap ekonomi global. Hal ini membebani sentimen untuk aset berisiko, sehingga menopang permintaan safe-haven seperti emas.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik US$ 8,7 atau 0,56 persen, menjadi US$ 1.565,40 per ounce.

"Virus korona telah membawa orang ke emas karena ada antisipasi dari potensi gejolak dalam ekonomi," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Pemerintah Tiongkok mengisiolasi jutaan orang di dua kota ketika jumlah kematian mencapai 18 orang, dan 634 orang terinfeksi. Ketakutan virus korona menyebabkan kejatuhan terbesar saham Tiongkok dalam lebih dari delapan bulan, yang pada gilirannya membebani pasar ekuitas global.

Sementara Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan terbaru dan meluncurkan "tinjauan strategis" target inflasi dan alat-alatnya.

Fokus sekarang akan beralih ke pertemuan pertama Federal Reserve (Fed) AS tahun ini yang dijadwalkan 28-29 Januari.

Di pasar berjangka, perak untuk penyerahan Maret naik 0,1 persen atau 0,01 persen, menjadi US$ 17,829 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun US$ 14 atau 1,37 persen, menjadi US$ 1.007,3 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara