Kalbe Bidik Pertumbuhan Penjualan Hingga 9%

Kalbe Bidik Pertumbuhan Penjualan Hingga 9%
Kalbe Farma melalui anak usahanya PT Kalbe Genexine Biologics tengah mengembangkan obat bioteknologi paten Efepeotin alfa (EPO-HyFc), di Jakarta, Jumat (24/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Thereis Kalla / FER Jumat, 24 Januari 2020 | 19:37 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kalbe Farma Tbk incar pertumbuhan penjualan di kisaran 7 persen hingga 9 persen pada tahun ini. Untuk merealisasikan target tersebut, perseroan berencana akan mengeluarkan beberapa produk baru untuk mendorong kinerjanya.

Kalbe Dukung Penyediaan Obat untuk BPJS Kesehatan

"Sales tahun ini direncanakan tumbuh sekitar 7 persen hingga 9 persen. Sedangkan, laba tergantung kepada stabilitas rupiah," ujar President Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius, di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Vidjongtius menambahkan, untuk memuluskan kinerja di tahun ini, perseroan akan memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) dalam menunjang operasional perusahaan. Selain itu, perseroan juga akan memanfaatkan aplikasi online untuk mewujudkan marketing yang efektif. Perseroan telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp 1 triliun untuk tahun kerja 2020.

"Capex tahun ini, disiapkan sekitar Rp 1 triliun untuk menyelesaikan beberapa pabrik yang sedang dibangun di Cikarang. Sumber dananya berasal dari kas internal,” ujar Vidjongtius.

Ekspansi, Kalbe Siap Gelontorkan Rp 1 Triliun

Disisi lain, Kalbe juga akan mengeluarkan beberapa produk barunya di tahun ini. "Rencana produk baru selalu ada setiap tahun, sekitar lima sampai sepuluh new item,” tutur Vidjongtius.

Hingga kuartal III 2019, perseroan membukukan penjualan netto sebesar Rp 16,82 triliun naik 7,3 persen dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 15,67 triliun. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik 6,11 persen menjadi Rp 1,91 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 1,80 triliun per September 2018.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe, Bernadus Karmin Winata, menambahkan, pertumbuhan positif perseroan disebabkan kebijakan menerapkan kenaikan harga pada produknya.

Komik Herbal Gandeng BNN Salurkan Hewan Kurban

"Di tengah kondisi yang menantang, perseroan mampu membukukan pertumbuhan positif, dengan menerapkan kenaikan harga sebesar 3 persen hingga 5 persen secara selektif pada produk nutrisi,” kata Bernardus.

Adapun saat ini, perseroan melalui anak usahanya PT Kalbe Genexine Biologics tengah mengembangkan obat bioteknologi paten Efepeotin alfa (EPO-HyFc), yaitu obat yang digunakan untuk terapi anemia pasien ginjal kronis.

Pengembangan obat Efepeotin alfa kini telah memasuki fase tiga untuk menguji apakah obat telah memiliki efektifitas dan aman untuk digunakan. Sebelumnya uji klinis Efepeotin alfa telah melewati fase satu dan dua dengan hasil yang telah diakui secara internasional.

Kalbe dan IDI Kembangkan Penelitian Kedokteran

Presiden Komisaris Kalbe Farma, Irawati Setiady, mengungkapkan, penelitian obat baru tersebut diharapkan dapat menginisiasi penelitian-penelitian lainnya.

"Kalbe berharap penelitian ini dapat menginisiasi lebih banyak lagi penelitian untuk obat baru yang memberikan kontribusi bagi peningkatan kesehatan di masyarakat Indonesia," kara Irawati.

Seperti diketahui, perseroan menjalin kerja sama dengan perusahaan obat biologi asal Korea Selatan, Genexine Inc dalam mengembangkan dan membuat bahan baku obat-obatan bioteknologi. Keduanya pun bersama -sama mendirikan PT Kalbe Genexine Biologics.



Sumber: Investor Daily