Hungaria Ingin Kerja Sama Infrastruktur Air di Indonesia Berlanjut

Hungaria Ingin Kerja Sama Infrastruktur Air di Indonesia Berlanjut
pompa air
Thereis Kalla / WBP Sabtu, 25 Januari 2020 | 07:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Peter Szijjarto didampingi Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Judith Nemeth Pach mengunjungi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa untuk melanjutkan kerja sama sistem penyediaan air dan peluang sektor teknologi nirsentuh.

Kunjungan Menteri Hungaria tersebut membahas langkah lanjut kerja sama di bidang pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (SPAM-IKK) dan dukungan Hungaria dalam teknologi nirsentuh/Multi Lane Free Flow (MLFF) pada gerbang tol.

“Untuk kerja sama pembangunan SPAM-IKK tahap pertama sudah selesai 100 persen, pembangunannya di 36 ibu kota kecamatan. Dengan keberhasilan tersebut, Pemerintah Hungaria kembali menawarkan kelanjutan kerja sama di bidang air minum dan akan dihitung kebutuhannya bersama Bappenas karena air bersih menjadi salah satu prioritas kerja lima tahun ke depan,” kata Basuki Hadimuljono dalam pernyataaan resminya yang diterima Investor Daily, Sabtu (25/1).

Pelaksanaan kerja sama pembangunan SPAM-IKK tahap pertama di 36 ibu kota kecamatan telah dimulai sejak 2017 dengan anggaran US$ 36,443 juta. Lingkup kerja sama pembangunan tersebut mencakup konstruksi bangunan intake dengan kapasitas pompa air baku sebesar 22-44 liter per detik, Instalasi Pengolahan Air (IPA), reservoir dengan kapasitas tampung 300-600 m3 dan pompa distribusi.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, berdasarkan evaluasi kerja sama pembangunan SPAM-IKK tahap pertama, pengaturan poin kesepakatan dalam penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus ditingkatkan dari sebelumnya hanya 50 persen menjadi 75 persen. “Tadi sudah kami sampaikan bahwa kita ingin dalam kerja sama berikutnya dengan struktur pembiayaan yang sama, penggunaan TKDN bisa meningkat,” ujar Menteri Suharso Monoarfa.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut dibahas prakarsa dukungan Hungaria dalam teknologi nirsentuh (MLFF) pada gerbang tol. Pemerintah Hungaria sedang menyiapkan dokumen untuk proses tender/lelang. “Walaupun Pemerintah Hungaria prakarsa teknologi tersebut, mereka harus tetap mengikuti proses lelang. Selayaknya proses lelang, jika nanti ada pihak lain menawarkan teknologi yang sama dengan harga yang lebih rendah, maka pihak Hungaria berhak untuk menyamakan penawaran (right to match),” tutur Suharso Monoarfa.

Menurut Basuki, proses lelang implementasi teknologi nirsentuh (MLFF) akan dimulai pada April 2020 dan ditargetkan pengumuman pemenang sudah keluar akhir tahun 2020. Kempupera telah menerima prakarsa proyek tersebut dari perusahaan asal Hungaria, Roatex Ltd. Zrt dan telah disetujui sebagai prakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019 lalu.

Saat ini Roatex Ltd. Zrt sedang menyempurnakan studi kelayakan dan penyiapan dokumen badan usaha yang akan melaksanakan pembayaran nontunai MLFF lambat 31 Januari 2020.

Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria Peter Szijjarto menyatakan, untuk membangun sistem teknologi nirsentuh pada gerbang tol membutuhkan biaya US$ 90 juta. Namun biaya itu, tergantung dengan proses lelang bersama kompetisi.

Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kempupera Hery TZ mengatakan perusahaan asal Hungaria tersebut menawarkan teknologi GNSS atau Global Navigation Satellite System (GNSS). Jika dibanding dengan RFID (Radio Frequency Identification atau pengenal frekuensi radio) yang saat ini membutuhkan alat pembaca di setiap tempat, dengan satelit, alat pembacanya tidak harus di setiap tempat, sehingga membuat harg lebih murah.

GNSS merupakan sistem pembayaran yang menggunakan alat yang dipasang di mobil dan dibaca lewat satelit. Penggunaan GNSS banyak diterapkan di negara-negara Eropa Timur termasuk Hungaria.

Meskipun begitu, Hery menyatakan penerapan teknologi nirsentuh (MLFF) pada gerbang jalan tol akan dilakukan secara bertahap dengan peralihan ke sistem RFID terlebih dulu. "Kalau teknologi MLFF nanti semua kendaraan harus diregistrasi terlebih dulu, sehingga pada tahap awal akan dipakai sistem RFID untuk meregister. Setelah semua 100 persen terdaftar baru pindah ke GNSS," ungkapnya.



Sumber: Investor Daily