Harga Minyak Terhempas Akibat Khawatir Sebaran Korona

Harga Minyak Terhempas Akibat Khawatir Sebaran Korona
Ilustrasi minyak mentah ( Foto: EPA FOTO )
/ WBP Jumat, 31 Januari 2020 | 09:26 WIB

New York, Beritasatu.com  - Harga minyak jatuh lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (31/1/2020), ke level terendah baru dalam tiga bulan di tengah kekhawatiran virus korona berdampak terhadap ekonomi. Sementara pasar juga mempertimbangkan kemungkinan pertemuan OPEC lebih awal.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun US$ 1,52 atau 2,5 persen, menjadi US$ 58,29 per barel. Acuan global minyak sebelumnya sempat turun menjadi US$ 57,71 per barel, tingkat terendah sejak 8 Oktober.

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) merosot US$ 1,19 atau 2,2 persen, menjadi US$ 52,14 per barel, setelah level terendah sesi pada US$ 51,66 per barel, terlemah sejak 10 Oktober.

Harga minyak telah stabil dalam beberapa hari terakhir pada posisi terendah tiga bulan, karena investor menilai virus korona berdampak pada kerusakan ekonomi dan melemhnya permintaan minyak.

"Pengaruh utama pelemahan harga minyak tetap virus korona yang tampaknya memiliki banyak risiko tambahan dari penyebaran," kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch.

Setelah penyelesaian transaksi di pasar, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah virus korona di Tiongkok menjadi keadaan darurat global.

Sementara Arab Saudi membuka diskusi soal memindahkan pertemuan kebijakan OPEC+ mendatang lebih awal ke Februari dari Maret, setelah penurunan harga minyak baru-baru ini.

Belum ada keputusan akhir mengenai tanggal baru pertemuan itu, dan belum semua anggota OPEC bergabung. Adapun Iran kemungkinan negara utama yang menentang langkah itu, kata sumber OPEC+.



Sumber: Xinhua, Antara