PHE ONWJ dan Pokja Karawang Mutakhirkan Data Warga Terdampak Minyak

PHE ONWJ dan Pokja Karawang Mutakhirkan Data Warga Terdampak Minyak
Anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi ( Foto: Antara/Muhammad Adimaja )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 2 Februari 2020 | 15:38 WIB

Karawang, Beritasatu.com - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah membayar kompensasi awal untuk warga terdampak tumpanhan minyak yang datanya clean dan clear oleh pihak bank untuk dilakukan penerbitan buku tabungan dan transfer pembayaran kompensasi awal (Kelompok A).

Saat ini, Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Karawang melakukan finalisasi perbaikan data warga terdampak yang belum terbayar kompensasi awalnya (Kelompok B), termasuk nelayan rajungan Pasir Putih yang beberapa waktu lalu beraudiensi dengan Sekretaris Daerah an jajaran Kepala Dinas Pemerintah Kabupaten Karawang.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya mengatakan dari SK Bupati Karawang, terdapat 10.271 warga terdampak. Namun ada 2.243 data warga yang harus diperbaiki (Kelompok B). Pihak bank tidak bisa menerbitkan buku tabungan untuk kelompok B karena diperlukan perbaikan data identitas, seperti kesalahan penulisan nomor induk keluarga (NIK), nama tidak sesuai kartu tanda penduduk (KTP), serta terdapat NIK ganda. “Proses verifikasi ulang yang dilakukan Pokja Karawang ini, dilakukan sesuai rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” ujar Ifki Sukarya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Minggu (2/2/2020).

Ifki Sukarya menambahkan, setelah diverifikasi, data ini disampaikan kepada PHE ONWJ dengan SK Bupati baru. Selanjutnya pembayaran kompensasi awal untuk warga terdampak kelompok B segera dilakukan dengan melibatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Kami berusaha melaksanakan proses pembayaran kompensasi warga terdampak sebaik-baiknya agar dapat dipertanggungjawabkan. Kami berharap semua pihak dapat memahami bila proses ini membutuhkan kecermatan sehingga membutuhkan waktu," ujar Ifki Sukarya.

Ifki menambahkan setelah pembayaran kompensasi awal selesai, dilakukan pembayaran final. "Yang akan kami lakukan setelah pembayaran kompensasi awal adalah membayar kompensasi final dengan besaran memperhitungkan pembayaran kompensasi awal,” tegas Ifki Sukarya.

Pembayaran final dilakukan serentak bagi seluruh warga terdampak baik di Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan Kabupaten di Provinsi Banten yang terdampak.

Dengan menggandeng Tim Institut Pertanian Bogor (IPB), PHE ONWJ saat ini secara simultan menghitung kompensasi final berdasarkan data yang diperoleh, sekaligus berkomunikasi dengan asosiasi nelayan, petani tambak, petani garam dan lain-lain serta untuk mendapatkan masukan. “Selama seluruh proses ini berlangsung, PHE ONWJ didampingi dan dikawal BPKP dan TP4 Jamintel Kejagung,” ujar Ifki Sukarya.



Sumber: BeritaSatu.com