Harga Minyak Turun Khawatir Melemahnya Permintaan

Harga Minyak Turun Khawatir Melemahnya Permintaan
Ilustrasi produksi minyak ( Foto: Istimewa )
/ WBP Selasa, 4 Februari 2020 | 09:24 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (26/1/2020), karena kekhawatiran melemahnya permintaan energi.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2020 turun US$ 1,45 atau 2,8 persen, menjadi US$ 50,11 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada awal sesi itu, patokan AS sempat turun lebih dari tiga persen menjadi US$ 49,91 per barel, terendah sejak Januari 2019.

Sementara minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun US$ 2,17 atau sekitar 3,8 persen, menjadi US$ 54,45 per barel di London ICE Futures Exchange.

"Ini mencerminkan kekhawatiran melemahnya permintaan sebagai akibat wabah virus korona," kata analis energi di Commerzbank Research mengatakan dalam sebuah catatan pada Senin (3/1/2020).

Ia menambahkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mengimbangi penurunan permintaan dengan melakukan pemotongan pasokan lebih lanjut.

OPEC dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sedang mempertimbangkan pertemuan pada Februari, bukan Maret, menurut beberapa laporan.

Pada Desember, kelompok itu setuju untuk memperdalam pemotongan produksi dengan tambahan 500.000 barel per hari, sehingga total pemotongan menjadi 1,7 juta barel setiap hari.

OPEC, Rusia dan produsen lain sebagian besar membatasi produksi minyak dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan harga.



Sumber: Xinhua, Antara