IDX Incubator Gandeng 20 Startup dan UMKM

IDX Incubator Gandeng 20 Startup dan UMKM
CEO MIDSUIT  Dewangga Pramandana menerangkan aplikasi IT inventory untuk perusahaan kawasan berikat pada IDX Talks di Surabaya. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 6 Februari 2020 | 23:33 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur (Jatim) melalui IDX Incubator East Java akan menggandeng 20 komunitas startup dan UMKM untuk aktif mengikuti program IDX Incubator.

Indef: Kontribusi 
Ekonomi Digital Belum Signifikan

Head of IDX Incubator East Java at Indonesia Stock Exchange, Cita Mellisa, menjelaskan IDX Incubator telah memfasilitasi puluhan komunitas, startup dan UMKM untuk meningkatkan kompetensi diri dan meng-update informasi terkini. Salah satunya, melalui forum IDX Talks yang diadakan setiap 3 bulan sekali.

"Setiap gelaran IDX Talks kami mengundang CEO atau founder untuk sharing dengan topik yang beragam, mengenai perkembangan di dunia industri digital terkini,” kata Cita Melisa pada IDX Talks bertajuk Digital Transformation Outlook 2020, di Surabaya, Kamis (6/2/2020).

Pada gelaran IDX Talks kali ini, BEI Jatim menghadirkan dua praktisi dari industri digital untuk berbagi pandangannya tentang inovasi dalam Digital Transformation. Mereka adalah David Boy Tonara dan Dewangga Pramandana.

BEI Gandeng XCel Asia dan Envy Kembangkan IDX Incubator

David mengangkat tema Innovate or Die berdasarkan pengalamannya sebagai akademisi dan profesional di bidang kewirausahaan dan inovasi. "Banyak organisasi atau perusahaan yang berinovasi hanya untuk sekedar menciptakan inovasi namun hasilnya tidak berdampak," tuturnya.

Sementara Dewangga Pramananda, menceritakan pengalamannya dalam berinovasi untuk mengembangkan solusi teknologi digital bagi UKM dan industri, khususnya ekspor impor yang menyandang status Kawasan Berikat.

Di hadapan puluhan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, baik itu profesional maupun pemilik usaha, dan latar belakang industri, Dewangga mengungkapkan problematika yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan Kawasan Berikat dengan adanya kewajiban dari Dirjen Bea dan Cukai untuk menggunakan aplikasi IT inventory yang terintegrasi dengan akuntansi dan keuangan perusahaan.

Chatbot Berbasis AI Tingkatkan Interaksi Konsumen

"Saya dengan tim berusaha untuk menghadirkan solusi aplikasi IT Inventory yang terintegrasi sepenuhnya dengan seluruh modul-modul yang dibutuhkan perusahaan, utamanya modul akuntansi dan keuangan," terang Dewangga.

Dewangga menambahkan, aplikasi dan solusi hasil kreasinya dengan timnya telah diimplementasikan di banyak perusahaan Kawasan Berikat. "Aplikasi kita telah diakui oleh Bea dan Cukai sebagai aplikasi yang telah memenuhi syarat dan ketentuannya," pungkas Dewangga.

 

 



Sumber: Investor Daily