Studi: TV dan Facebook Saluran Efektif Beriklan untuk Brand

Studi: TV dan Facebook Saluran Efektif Beriklan untuk Brand
Expert Solution Director Kantar Indonesia Johan Pangaribuan (duduk) dan Marketing Science Lead untuk Facebook di Indonesia, Adisti Latief di Jakarta Jumat (7/2/2020) (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 7 Februari 2020 | 16:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kantar, perusahaan konsultan berskala global merilis studi yang dapat mengukur seberapa efektif pengeluaran iklan di media berdampak pada pertumbuhan bisnis. Selain itu, studi juga membantu sebuah merk (brand) menyusun strategi pemasaran melalui iklan secara efektif.

"Pertumbuhan merek terasa semakin sulit untuk dicapai. Tahun 2017 merek tumbuh sebesar 73 persen, dan tahun 2018, hanya tumbuh sebesar 42 persen. Bagaimana membuat sebuah merek tumbuh secara berkelanjutan adalah tantangan besar, sebab hanya 32 persen merek yang tumbuh di kedua tahun tersebut," kata Expert Solution Director Kantar Indonesia, Johan Pangaribuan, saat memaparkan studi kepada media di Jakarta Jumat (7/2/2020).

Oleh karena itu, kata dia, penting bagi perusahaan di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan merek yang berkelanjutan dan mengukur secara akurat seberapa efektif biaya iklan yang dikeluarkan dalam menghasilkan pertumbuhan tersebut.

Johan Pangaribuan menyatakan, sinergi antara TV dan Facebook sangat positif. Sinergi ini menghasilkan tambahan penjualan yang lebih besar, dan kemungkinan konsumen membeli produk setelah mereka melihat TV dan Facebook menjadi lebih besar, yaitu 1,3x lebih besar dari estimasi.

Studi Kantar menunjukkan bahwa ketika terjadi kombinasi TV dan Facebook, kemungkinan pembelian terhadap sebuah merek meningkat hingga 56 persen. "Bahkan pada kenyataannya, kemungkinan pembelian bisa mencapai 71 persen. Ini artinya bahwa TV dan Facebook menghasilan sebuah simbiosis yang saling melengkapi dan bersama-sama mendorong pertumbuhan merek dan bisnis di Indonesia," kata Johan Pangaribuan.

Lebih lanjut studi ini menemukan bahwa bagaimana secara umum iklan yang dipasang di media berkontribusi sekitar 6 perse pada total penjualan dalam periode waktu tertentu. Namun dalam mengukur efektivitas sebuah iklan, perlu memperhatikan investasi yang dikeluarkan merek di berbagai saluran media. Konsep ini dinamakan Return On Ads Spend (ROAS) atau sering juga disebut sebagai Return on Investment (ROI), yaitu membandingkan antara total penjualan yang dikontribusikan oleh saluran media tertentu dengan belanja iklan yang dilakukan merek.

Dari analisis Kantar dalam industri FMCG di Indonesia, Facebook memberikan ROAS yang cukup tinggi. Dalam setiap 1 rupiah yang diinvestasikan oleh sebuah merek di Facebook, secara rata-rata akan memberikan pengembalian penjualan 1,82 kali lebih besar. Meski media sosial menjadi saluran menarik bagi perusahaan, di Indonesia TV masih tetap menjadi platform yang kuat dengan jangkauan audiens yang sangat luas.

Marketing Science Lead untuk Facebook di Indonesia, Adisti Latief mengatakan, Facebook terus mendukung perkembangan bisnis yang mengadopsi teknologi digital untuk memberikan program dan solusi agar terhubung dengan para konsumen melalui cara yang lebih bermakna, yang nantinya dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas. "Salah satu solusi yang kami berikan adalah pemahaman pentingnya pengukuran biaya iklan yang dapat berdampak pada penjualan dan pertumbuhan bisnis,” kata Adisti Latief.

Studi ini melibatkan 11.000 panel rumah tangga di Indonesia, dimana setiap minggu pembelian mereka - yang sebagian besar kategori barang konsumsi (Fast Moving Consumer Goods/FMCG)- dicatat. Kantar juga mengamati kebiasaan para panelis ini dalam mengkonsumsi media terutama TV dan paltform digital. Gabungan dua data ini memudahkan Kantar dalam menganalisis Consumers Mix Modelling (CMM) dan mengevaluasi iklan dari sebuah merek terhadap peningkatan penjualan, serta melihat dampak iklan tersebut terhadap pembelian.



Sumber: BeritaSatu.com