RI Usul Bahas Akses Penerbangan Tanpa Batas kepada Australia

RI Usul Bahas Akses Penerbangan Tanpa Batas kepada Australia
Budi Karya Sumadi. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / MPA Minggu, 9 Februari 2020 | 18:59 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com-Pemerintah mengusulkan kepada Australia untuk melakukan pembahasan lebih lanjut dalam menerapkan akses dan kapasitas penerbangan tanpa batas yang akan membuka seluruh kota di Australia dan Indonesia. Hal tersebut dalam upaya memperkuat kerja sama transportasi udara antara kedua negara.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, terdapat beberapa usulan terkait kerja sama penerbangan yang disampaikan Indonesia kepada Australia di sela pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Canberra, Minggu (9/2).

“Kami mendampingi Presiden berangkat ke Canbera untuk bertemu dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison dalam rangka memperkuat kerja sama kedua negara. Salah satunya di bidang transportasi udara,” jelas Menhub dalam keterangannya, Minggu (9/2).

Lebih jauh, kata Budi, dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan beberapa usulan kerja sama di sektor transportasi, antara lain pembahasan lebih lanjut mengenai unlimited (tanpa batas) akses dan kapasitas penerbangan yang akan membuka seluruh kota di Australia dan Indonesia.

Selain itu, lengkap Menhub, dalam rangka mempromosikan keamanan transportasi dan guna mendukung program tujuan wisata, Indonesia meminta Australia agar dapat mengubah tingkatan travel advice ke Indonesia dari tingkatan kuning (waspada risiko keamanan) menjadi hijau (tidak ada risiko keamanan khusus).

Bukan hanya terkait industri jasa penerbangan, Indonesia juga menginisiasi untuk memperkuat kerja sama peningkatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya pendidikan dan pelatihan kejuruan bagi para dosen atau instruktur dan mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang transportasi serta pelatihan teknologi digitalisasi untuk sektor maritim.

"Lalu, Indonesia juga ingin menekankan kembali keinginan untuk menempatkan atase perhubungan di Canberra, Australia," sebut Budi Karya.

Sementara itu, pengamat penerbangan Arista Atmadjati menilai, langkah yang dilakukan pemerintah mengusulkan akses dan kapasitas tanpa batas kepada Australia merupakan hal yang positif mengingat lalu lintas penumpang Australia ke Indonesia yang cukup masif, terutama melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Karena itu, menurut dia, perlu didorong lagi agar orang-orang Australia bisa masuk ke Indonesia melalui kota-kota lain. Selain itu, maskapai juga bisa menyasar pangsa pasar di luar wisatawan.

"Sayangnya segmen dari Australia mayoritas turis backpaker. Sasaran kita segmen korporasi atau kelas bisnis, tidak hanya turis backpaker," imbuh Arista.



Sumber: Investor Daily