Kempupera dan Perusahaan Batubara Bangun 4 Jembatan di Kalsel

Kempupera dan Perusahaan Batubara Bangun 4 Jembatan di Kalsel
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir pada rapat kerja dengan Komisi V di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2020). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Siprianus Edi Hardum / EHD Minggu, 9 Februari 2020 | 19:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) bekerja sama dengan empat perusahaan batu bara membangun empat jembatan yakni tiga overpass dan satu jembatan yang melintasi ruas jalan nasional Marabahan – Margasari di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Pembangunan empat jembatan itu untuk memantapkan fungsi jalan nasional yang merupakan jalan umum dan memperlancar distribusi hasil pertambangan.

Empat perusahaan yang dimaksud adalah PT Talenta Bumi, PT Binuang Mitra Bersama, PT Hasnur Jaya International dan PT Antang Gunung Meratus.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam siaran persnya, Minggu (9/2/2020), mengatakan, kerja sama ini dengan konsep Corporate Social Responsibility (CSR). PKS dilaksanakan sejak 2017 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp 189 miliar.
Ia mengatakan, pembangunan jembatan dengan skema CSR dapat menjadi model baru pembiayaan infrasfruktur terutama di bidang jalan dan jembatan.

Keberadaan jembatan dan overpass tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat. "Selama saya jadi menteri baru pertama kali saya resmikan sarana dan prasarana di jalan nasional yang dibangun oleh pengusaha melalui program CSR. Biasanya pembangunan jembatan menggunakan APBN. Jadi ini program yang patut kita apresiasi dan bisa dijadikan model," kata Basuki saat meresmikan tiga overpass dan satu jembatan yang dipusatkan di Jembatan Sei Puting di Kabupaten Tapin, Kalsel, Sabtu (8/2/2020).

Jembatan Sei Puting dibangun dengan dana CSR PT Antang Gunung Meratus, mencakup pelebaran penampang kanal untuk perlintasan kapal angkut batu bara. Biaya pembangunannya sebesar Rp 66,5 miliar dengan masa pelaksanaan 540 hari kalender sejak kontrak 18 April 2018. Pengerjaan konstruksinya terdiri dari pile slab (300 m), gelagar beton (31,46 m), dan rangka baja (61,4 m).

Sebelum ada jembatan tersebut, dua kabupaten yang berbatasan yakni Tapin dan Barito Kuala terpisahkan oleh sungai dan hanya bisa dilewati menggunakan perahu. "Mudah-mudahan tidak hanya menghubungkan dua kabupaten, tetapi juga menyambungkan hati antara masyarakat dan perusahaan yang beroperasi di kawasan ini," ujar Basuki.

Bupati Tapin, Muhammad Arifin Arpan, mengucapkan, terima kasih kepada Kempupera dan para empat perusahaan tambang yang membangun jembatan serta overpass, sehingga akses masyarakat Kabupaten Tapin semakin terbuka.

"Kami sebelumnya untuk menyeberang menggunakan (kapal) feri. Dengan adanya jembatan ini bisa menguhubungkan dua kabupaten. Sebelumnya, masyarakat kabupaten Tapin merasa terasingkan," ujarnya.

Total panjang pembangunan overpass dan jembatan sepanjang 1,507 meter meliputi overpass PT Talenta Bumi sepanjang 393,3 meter di KM 46,9, overpass PT Binuang Mitra Bersama sepanjang 364,51 meter di KM 54, overpass PT Hasnur Jaya International sepanjang 357,12 meter di km 60, dan jembatan PT Antang Gunung Meratus sepanjang 392,8 meter di KM 61,9.

Masa pelaksanaan pekerjaan overpass PT Talenta Bumi 300 hari kalender sejak tanggal kontrak 24 Agustus 2017 dengan nilai Rp 36,4 miliar. Pengerjaan konstruksinya terdiri dari pembangunan jalan pendekat atau oprit sepanjang 193,6 meter, pile slab 168 m, dan gelagar beton 31,7 m.

Selanjutnya pembangunan overpass PT Binuang Mitra Bersama menelan biaya Rp 41,7 miliar dengan masa pelaksanaan 245 hari kalender sejak kontrak 6 Juni 2018. Konstruksinya terdiri dari oprit 189 m, pile slab 144 m, dan gelagar baja 31,5 m.

Sedangkan overpass PT Hasnur Jaya International sepanjang 357,1 meter dengan biaya Rp 35,4 miliar. Pengerjaannya terdiri dari oprit 179,8 m, pile slab 146,5 m, dan gelagar beton 30,8 m dengan masa pelaksanaan 300 hari kalender sejak 13 Juli 2017.
Selain memantapkan fungsi jalan nasional dan memperlancar distribusi hasil pertambangan, pembangunan overpass dan jembatan di Kalsel akan mempermudah aksesibilitas dan mobilitas lalu lintas Jalan Marabahan – Margasari.

Selain itu, untuk mengurangi waktu tempuh pengguna jalan mengingat ruas tersebut merupakan jalan alternatif penghubung di Kalsel, dan mendukung aktivitas industri pertambangan menuju terminal batu bara di Kota Banjarmasin, Batu Licin dan sekitarnya. “Dengan harapan, pembangunan infrastruktur tersebut akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah kota/kabupaten di Provinsi Kalsel,” kata Basuki.



Sumber: Suara Pembaruan