Kempupera Bangun Jembatan Sei Alalak Gantikan yang Sudah Berusia 30 Tahun

Kempupera Bangun Jembatan Sei Alalak Gantikan yang Sudah Berusia 30 Tahun
Salah satu kegiatan pasar terapung di Banjarmasin. ( Foto: Banjarmasinkota.go.id )
Muawwan Daelami / WBP Senin, 10 Februari 2020 | 11:49 WIB

Banjarmasin, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) membangun Jembatan Sei Alalak untuk menghubungkan Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Tengah. Jembatan ini sekaligus menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengatakan keberadaan jalan nasional dan jembatan diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi kawasan dan kesejahteraan masyarakat setempat. “Semakin terhubungnya Lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet, dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” kata Basuki Hadimuljono dalam pernyataan resminya yang diterima Investor Daily, Senin (10/2).

Bentang utama jembatan Sei Alalak dirancang menggunakan cable-stayed dan struktur jembatan lengkung pertama di Indonesia. Seluruh konstruksi jembatan ini ditargetkan selesai akhir 2020 dan langsung fungsional, atau lebih cepat dari akhir kontrak Maret 2021 mendatang.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Budi Harimawan Semihardjo menjelaskan, saat ini progres konstruksi telah memasuki tahap pengecoran pilon yang dilanjutkan dengan pembangunan bentang utama sepanjang 300 meter. Jembatan ini memiliki lebar 20 meter yang berisi empat lajur dua arah. Adapun panjang total jembatan termasuk opritnya, 850 meter.

Menurut Budi, pembangunan Jembatan Sei Alalak dapat dipercepat karena seluruh aspek konstruksinya mendukung terutama pembebasan lahan di sisi Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala. "Pembebasan lahan sepenuhnya didukung Pemerintah Kota Banjarmasin, dan Kabupaten Barito Kuala," kata Budi Harimawan Semihardjo.

Pekerjaan Jembatan Sei Alalak mengunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 278 miliar dengan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Pandji, KSO dengan skema pekerjaan tahun jamak (multiyears).

Jembatan tersebut didesain untuk dapat dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 10 ton, lebih kuat dari struktur jembatan lama Kayu Tangi 1 yang berasal dari rangka baja kelas B dengan kemampuan menahan beban kurang dari 8 ton. Selain itu, diperhitungkan kekuatan jembatan dengan konstruksi tahan gempa, dan masa layanan hingga 100 tahun.

Selama pekerjaan Jembatan Sei Alalak, arus lalu lintas dialihkan ke Jembatan Kayu Tangi 2. "Seiring dibangunnya jembatan Sei Alalak, pemerintah juga merencanakan penghapusan (demolisi) Jembatan Kayu Tangi 1. Harapannya Jembatan Sei Alalak bisa menjadi ikon baru Kota Banjarmasin," kata Budi Harimawan Semihardjo.



Sumber: Investor Daily