Selesai Diratifikasi, IA-CEPA Perkuat Ekonomi RI-Australia

Selesai Diratifikasi, IA-CEPA Perkuat Ekonomi RI-Australia
Ilustrasi (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)
Lenny Tristia Tambun / WBP Senin, 10 Februari 2020 | 14:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Proses ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah selesai dilakukan kedua negara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison menyambut baik kemitraan strategis yang telah disepakati tersebut.

Hal itu disampaikan keduanya saat memberikan pernyataan pers bersama di selepas pertemuan bilateral yang digelar di Gedung Parlemen, Canberra, Australia, pada Senin (10/2/2020). "Ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA) telah selesai di antara kedua negara yang berarti ke depan hubungan ekonomi kedua negara secara komprehensif akan lebih maju dan harus lebih dirasakan manfaatnya oleh rakyat kedua negara," kata Jokowi yang dirilis Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden.

Presiden mengatakan Indonesia berharap agar implementasi IA-CEPA dapat segera dilaksanakan melalui program 100 hari implementasi IA-CEPA. Di antaranya pelaksanaan Australia Business Week di Indonesia yang dipimpin langsung Menteri Perdagangan Australia, kunjungan sejumlah major private investors Australia ke Indonesia, pendanaan proyek infrastruktur, hingga kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Di luar IA-CEPA, kedua negara juga membahas kemitraan dalam konteks Indo-Pasifik. Kedua kepala pemerintahan memiliki pandangan yang sama bahwa stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik harus tetap terjaga. "Kita juga sepakat untuk bersama-sama meningkatkan kerja sama di Pasifik Selatan dengan fokus antara lain pada isu ocean dan perubahan iklim," ujar Jokowi.

Sementara PM Australia Scott Marisson mengatakan melalui IA-CEPA, hubungan kerja sama Indonesia dan Australia akan semakin meningkat. Integrasi ekonomi kedua negara juga diharapkan dapat mendatangkan pertumbuhan yang kuat selama kurang lebih sepuluh tahun ke depan. "Indonesia akan menjadi salah satu ekonomi yang paling besar di seluruh dunia. Dari kesepakatan yang saling menguntungkan ini akan memastikan bahwa ekonomi kita akan saling terkait selama beberapa lama ke depannya," kata Scott Morrison.

Terkait Indo-Pasifik, Scott Morrison juga memuji kepemimpinan Presiden Joko Widodo di kawasan tersebut. Australia disebutnya mendukung penuh konsep pengembangan Indo-Pasifik yang mana memiliki potensi ekonomi yang besar di antara negara-negara dalam kawasan tersebut.

"Australia mendorong dan mendukung (Indo-Pasifik) karena kita memiliki pemikiran yang sama untuk kawasan Indo-Pasifik. Kita lihat potensi ekonomi dan potensi antarrakyatnya dan untuk menghilangkan hambatan yang tadinya ada di kawasan kita," ungkap Scott Marisson.



Sumber: BeritaSatu.com