Bank Dunia: Meski Terimbas Korona, Ekonomi RI Bisa Tetap Tumbuh

Bank Dunia: Meski Terimbas Korona, Ekonomi RI Bisa Tetap Tumbuh
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi nasional. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / WBP Selasa, 11 Februari 2020 | 14:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia, Mari Elka Pangestu mengatakan adanya wabah virus Korona di kota Wuhan, Provinsi Hubei dipastikan akan menekan pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

“Sudah pasti, perekonomian di Tiongkok, pasti akan mengalami penurunan pertumbuhan. Prediksinya sekitar 1-2 persen akan terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok. Bahkan ada yang memprediksi sampai 3 persen,” kata Mari Elka Pangestu yang juga mantan Menteri Pariwisata seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Global Tertekan, Jokowi: Percepat Realisasikan Belanja Modal

Setiap penurunan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok sebesar 1 persen akan berimbas pada penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 0,3 persen. “Kalau pertumbuhan ekonomi di Tiongkok turun, pasti imbasnya ke Indonesia. Ada satu hitungan, yang basis analisanya makro ekonomi, tiap satu persen perekonomian Tiongkok turun, maka Indonesia bisa kena imbasnya 0,3 persen. Jadi ini tentunya perlu kita antisipasi,” ujar mantan Menteri Perdagangan ini.

Bila Ekonomi Tiongkok Terkoreksi 1%, Indonesia Bisa Tergerus 0,3%

Kendati demikian, dampak penurunan 0,3 persen itu masih bisa ditutupi karena Indonesia mempunya pasar dalam negeri yang besar. Sehingga dalam keadaan apa pun, daya beli dalam negeri masih bisa diamankan, sehingga ekonomi terjaga dan tumbuh.  “Di Indonesia selalu ada untungnya, untungnya apa? Untungnya, kita punya pasar dalam negeri yang besar,” ujar Mari Elka Pangestu.

Seperti saat terjadi krisis ekonomi global pada tahun 2008, ungkapnya, perekonomian Indonesia masih tetap bertumbuh, karena memiliki pasar dalam negeri yang besar. Untuk itu, pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk mengamankan daya beli di dalam negeri. “Jadi harus ada kebijakan-kebijakan yang bisa kita lakukan supaya daya beli dan konsumsi dalam negeri terus tumbuh dalam keadaan ekspor melemah, investasi akan melemah,” terang Mari Elka Pangestu.



Sumber: BeritaSatu.com