Ekspor Batu Bara dan Kelapa Sawit Terdampak Wabah Korona

Ekspor Batu Bara dan Kelapa Sawit Terdampak Wabah Korona
Mari Elka Pangestu di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 11 Februari 2020 | 15:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Pelaksana Bank Dunia, Mari Elka Pangestu, mengakui dengan adanya wabah virus Korona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok telah menganggu laju ekspor Indonesia, khususnya ekspor batu bara dan kelapa sawit.

"Ya betul. Kita mungkin lihatnya kepada ekspor. Bagaimana melakukan diversifikasi pasar kalau memang pada akhirnya, yang terkena imbas, batu bara dan kelapa sawit,” kata Mari Elka Pangestu seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020).

Selama ini, Indonesia mengekspor, antara lain gas alam cair senilai US$ 2,4 miliar, kelapa sawit US$ 2,3 miliar, batu bara US$ 2,1 miliar, dan nikel US$ 959 juta.

Sebaliknya dari Tiongkok, berdasarkan data BPS, tahun lalu Indonesia mengimpor bawang putih senilai US$ 530 juta dan jeruk senilai US$ 107,6 juta.

Menurut Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, bagaimana pemerintah mendiversifikasi pasar kalau Tiongkok mengalami penurunan pertumbuhah ekonomi. Dengan adanya virus Korona ini, dari sisi impor, yang akan terputus kemungkinan besar adalah rantai pasokan (supply chain).

Karena itu, lanjut Mari Elka, pemerintah harus mencari sumber lain atau sumber dalam negeri sehingga dapat mendorong insentif untuk peningkatan investasi dan menggantikan keperluan impor untuk industri yang diperlukan.

"Itu sebetulnya waktu SARS dan tsunami di Jepang, itu sama terjadi terputusnya supply chain. Sehingga kita menjadi peka, kalau kita hanya mengandalkan satu sumber. Akhirnya, terjadi penyebaran sumber selain Jepang. Dan itu mungkin, kita bisa dapat manfaatkan. Kita harapkan investasi yang akan mendorong mengurangi ketergantungan impor untuk berbagai keperluan industri yang banyak kita impor dari Tiongkok," terang Mari Elka.



Sumber: BeritaSatu.com