Sinergi BUMN Dinilai Sangat Diperlukan

Sinergi BUMN Dinilai Sangat Diperlukan
Ilustrasi BUMN. (Foto: Istimewa)
Carlos KY Paath / RSAT Kamis, 13 Februari 2020 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Deddy Yevri Sitorus menilai sinergi antarperusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat diperlukan. Kolaborasi dalam rangka memenuhi kebutuhan strategis nasional.

"Kementerian BUMN harus memainkan peran sebagai fasilitator untuk menciptakan ekosistem industri yang bermanfaat bagi rakyat. Terutama dalam bidang pertanian dan agroindustri serta industri kelautan," kata Deddy dalam keterangannya, Kamis (13/2/2020).

Saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan BUMN Industri Strategis di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (12/2/2020), Deddy menyoroti tidak jelasnya fokus bisnis BUMN Strategis. Misalnya dalam mendukung akselerasi dan modernisasi kegiatan perekonomian yang menyentuh rakyat banyak.

Deddy memberikan contoh perlunya dibahas rencana pembuatan spur (kereta mini) untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju tempat pengumpulan atau jalan besar. "Bayangkan, sawit saja kita punya luas lebih dari 16 juta hektare, kalau bisa diintervensi dengan teknologi pengangkutan hasil produksi pertanian yang terjangkau dan andal tentu akan bermanfaat bagi pembangunan ekonomi," ungkap Deddy.

Melalui pemanfaatan teknologi sederhana itu, menurut Deddy, menghemat triliunan rupiah dari investasi dan perawatan truk pengangkutan yang masih 100% impor. Selain itu juga menghemat biaya pembuatan jalan desa serta jalan usaha tani di seluruh Indonesia. Hal yang sama juga terjadi bila BUMN strategis mampu menciptakan drone bagi proses pemupukan perkebunan.

"Bisa dibayangkan efisiensi yang terjadi kalau belasan juta hektare itu bisa dipupuk menggunakan drone," ucap anggota DPR dari daerah pemilihan Kalimantar Utara tersebut.

Deddy mengusulkan agar Kementerian BUMN mampu mendorong kolaborasi antar BUMN dan antar kementerian terkait untuk mendukung penciptaan teknologi yang bermanfaat bagi rakyat dan dunia usaha yang berperan sebagai ujung tombak ekonomi.

"Jangan sampai BUMN strategis ini hanya berpikir yang 'high tech' saja, sebab sebagai agent of development BUMN harus mampu memberikan jawaban bagi kebutuhan nasional. Jangan sampai kita terus abai sehingga untuk cangkul saja kita masih tetap harus impor," ujar Deddy.

Deddy pun meminta BUMN memberikan laporan kepada DPR tentang produk-produk yang sudah diproduksi dengan harga terjangkau tetapi oleh instansi atau lembaga masih terus diimpor dari luar negeri, seperti di bidang persenjataan atau lokomotif kereta api.

"Tolong disampaikan apa adanya, karena kita punya tugas membantu menyeimbangkan neraca perdagangan," pungkas Deddy.



Sumber: BeritaSatu.com