Percepat Pertumbuhan, AP II Luncurkan Konsep Adjacent Business

Percepat Pertumbuhan, AP II Luncurkan Konsep Adjacent Business
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (ketiga kanan) dalam konferensi pers Kemitraan Strategis Bandara Internasional Kualanamu di Tangerang, Senin, 10 Februari 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Thresa Sandra Desfika)
Thresa Sandra Desfika / FER Minggu, 16 Februari 2020 | 17:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) memperkenalkan konsep adjacent business sebagai strategi dalam mempercepat pertumbuhan bisnis. Hal itu untuk memperkuat posisi sebagai the leading Indonesia’s airport company.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, menyampaikan konsep adjacent business bisa diartikan sebagai menciptakan lini bisnis baru untuk meraih pasar yang juga baru, guna memperkuat bisnis inti (core business) AP II sebagai pengelola bandara.

Adapun core business perseroan selama ini dihasilkan dari bisnis aeronautika dan non-aeronautika yang sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun, antara lain melalui pengelolaan bandara, peningkatan kapasitas bandara, dan pembentukan kawasan khusus di bandara.

"Kami menyebutnya dengan legacy business yang dikontribusikan dari aeronautica legacy dan non-aeronautica legacy,” ujar Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/2/2020).

Awaluddin melanjutkan, implementasi adjacent business adalah untuk menghasilkan pendapatan dari lini bisnis baru di aeronautika dan non-aeronautika.

AP II Aktifkan Posko Siaga Virus Korona

"Melalui konsep adjacent business ini, AP II akan menghasilkan new wave business yaitu pendapatan dari bisnis aeronautica new wave dan non-aeronautica new wave. Artinya, kami memperluas pasar dari core business. Kami tidak menjauh dari bisnis inti. Portofolio usaha perseroan kini bukan hanya aero dan non-aero saja, tapi telah secara serius dan terintegrasi masuk ke area bisnis beyond the core," imbuh Awaluddin.

Adapun adjacent business yang telah dijalankan pada tahun ini adalah memperkuat portofolio dari lima anak usaha, mengembangkan bisnis bengkel pesawat (maintenance, repair, overhaul/MRO), dan program strategic partnership Bandara Kualanamu.

"Konsep adjacent business ini merupakan pengembangan portofolio bisnis sebagai bagian dari transformasi bisnis dan portofolio usaha yang dicanangkan sejak 2016,” ujar Muhammad Awaluddin.

Muhammad Awaluddin mengatakan, target pendapatan dari adjacent business pada 2020 sebesar Rp 130 miliar atau 1 persen dari target total pendapatan perseroan yang mencapai Rp 12,8 triliun.

"Adjacent business ini akan semakin besar ke depannya, seiring dengan upaya kami menumbuhkan core business. Bandara juga perlu memaksimalkan nilai yang dimilikinya untuk berbagai pengembangan,” jelas Awaluddin.



Sumber: BeritaSatu.com