Harga Minyak Naik Dipicu Harapan Penurunan Produksi

Harga Minyak Naik Dipicu Harapan Penurunan Produksi
Ilustrasi minyak. ( Foto: Beritasatu.com/Muhammad Reza )
/ WBP Selasa, 18 Februari 2020 | 08:38 WIB

London, Beritasatu.com - Harga minyak naik tipis pada perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (18/2/2020), karena kekhawatiran kejatuhan ekonomi akibat virus korona diimbangi harapan penurunan produksi.

Minyak mentah berjangka Brent naik tipis 27 sen menjadi US$ 57,59 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 23 sen menjadi US$ 52,28 per barel.

Volume perdagangan naik tipis karena liburan Hari Presiden AS.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pekan lalu wabah korona akan menyebabkan permintaan minyak turun 435.000 barel per hari (bph) tahun ke tahun di kuartal pertama, atau penurunan kuartal pertama sejak krisis keuangan di 2009.

Minyak naik pekan lalu untuk pertama kalinya sejak awal Januari di tengah optimisme bahwa langkah-langkah stimulus ekonomi Tiongkok dapat mengarah pada pemulihan permintaan minyak di negara pengimpor terbesar di dunia itu.

Investor juga mengantisipasi bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, akan menyetujui proposal memperdalam pengurangan produksi guna memperketat pasokan global dan mendukung harga.

Kelompok, yang dikenal sebagai OPEC+, memiliki perjanjian untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,7 juta barel per hari hingga akhir Maret.

Komite teknis awal bulan ini merekomendasikan kelompok untuk mengurangi produksi sebanyak 600.000 barel per hari karena dampak virus ckorona, meskipun kenaikan harga minyak pertama kali sejak awal Januari pada Jumat (14/2/2020) dapat membuat produsen agak menahan diri.



Sumber: Xinhua, Antara