Menkop dan UKM Targetkan Nasabah PNM Mekaar Capai 30 Juta

Menkop dan UKM Targetkan Nasabah PNM Mekaar Capai 30 Juta
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam kunjungan kerja ke PLUT-KUMKM Sukaharjo, Solo, Jateng, Minggu (2/2/2020). ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 18 Februari 2020 | 22:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk meningkatkan dunia usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia, Pemerintah akan menaikkan target nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) menjadi 30 juta hingga tahun 2024.

Kemkop dan UKM Wacanakan Membentuk BUMR

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop dan UKM), Teten Masduki, mengatakan tahun ini, target penambahan nasabah PNM Mekaar sebesar 7,5 juta dari total jumlah pelaku UMKM di Indonesia sebanyak 63 juta.

"Pembiayaan UMKM ada beberapa level. Untuk sektro mikro kira-kira ada 63 juta. Mereka ini kan sebenarnya sifat usahanya untuk survival, bertahan hidup. Jadi yang diperlukan modal kerja, bukan investasi. Pak Presiden sudah mengarahkan lewat PNM. Tahun ini, 7,5 juta. Ini masih terlalu kecil untuk 63 juta,” kata Teten Masduki di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Karena masih kecil, lanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta target nasabah PNM Mekaar ditingkatkan menjadi 30 juta, atau hampir 50 persen dari total jumlah UMKM di Indonesia.

"Jadi Pak Presiden minta dinaikkan jadi 30 juta. Hampir separuhnya. Baru tahun depan bisa dilakukan hingga tahun 2024. Kan harus masuk usulan anggaran,” ujar Teten Masduki.

Menkop dan UKM Ingin Pelaku Usaha Mikro Naik Kelas

Sayangnya, bunga PNM Mekaar masih terlalu tinggi, yakni sekitar 18 persen. Presiden Jokowi meminta tingkat bunga PNM Mekaar diturunkan menjadi 10 hingga 12 persen.

"Kemudian, KUR. Ini kan memang sudah diagendakan, dialokasikan sebesar Rp 190 triliun, cukup besar. Dengan dibuka enam persen dan plafon terendah Rp 50 juta tanpa agunan. Tapi dalam praktinya, masih diminta agunan. Sehingga dengan ketentuan itu agunan bisa dihilangkan,” terang Teten Masduki.

Langkah lain yang dilakukan untuk meningkatkan permodalan UMKM, yakni mendorong 75 badan layanan umum (BLU) untuk pembiayaan UMKM. Terutama untuk pelaku usaha kecil dan menengah yang jumlahnya ada sekitar 760 ribu.

"Nah ini yang saya kira perlu pembiayaan yang banyak pendampingan. Jadi Pak Presiden sudah minta saya untuk melakukan kajian sistem keuangan yang cocok untuk pengembangan UMKM agar naik kelas. Karena seperti KUR, bank, kebanyakan takut kreditnya macet,” papar Teten Masduki.

Ditambah lagi ada aturan Bank Indonesia (BI) yang mensyaratkan maksimum kredit macet itu lima persen. Karena itu, meski pada praktiknya Presiden telah meminta ada kemudahan, tetap saja bank mensyaratkan ada agunan.

"Sementara bank tidak punya biaya untuk mendampingi. Makanya Pak Presiden sudah setuju dengan PNM program Mekaar itu yang diperbesar,” tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com