Rizal Ramli Beri Solusi Selamatkan Industri Baja Nasional
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rizal Ramli Beri Solusi Selamatkan Industri Baja Nasional

Kamis, 20 Februari 2020 | 13:48 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom senior Rizal Ramli kembali mengingatkan pemerintah untuk segera membuat terobosan dalam mengatasi persoalan industri baja nasional yang memicu melebarnya defisit transaksi berjalan akibat impor baja yang begitu besar. Mantan anggota tim panel ekonomi PBB itu memberikan beberapa solusi dalam permasalahan tersebut.

Seperti diketahui, pekan lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan keprihatinan atas besarnya impor baja yang masuk ke Indonesia. Baja, kata Jokowi, masuk urutan ketiga terbesar dalam daftar impor. Besarnya jumlah impor baja itu tidak bisa dibiarkan, sebab selain merugikan industri baja nasional, juga memicu defisit transaksi berjalan.

"Ini tentu saja menjadi salah satu sumber utama defisit. Defisit transaksi berjalan kita. Apalagi, baja impor tersebut, kita sudah bisa produksi di dalam negeri," ujar Presiden Jokowi saat membuka rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Rabu (12/2/2020).

Padahal, satu setengah tahun silam atau tepatnya 6 Oktober 2018, Rizal Ramli sudah memberi peringatan. Lonjakan impor baja, kata Rizal, tidak saja membuat defisit transaksi berjalan kian melebar, tetapi juga menyulitkan usaha industri baja nasional. Jika sudah sulit, kenaikan pengangguran serta masalah sosial yang mengikutinya, tinggal menunggu giliran. Karena itu, kata Rizal, harus ada terobosan yang memadai.

Mantan Menteri Kordinator Perekonomian era Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu mengusulkan sejumlah langkah yang bisa ditempuh tim ekonomi pemerintah.

"Pertama, memanfaatkan kedekatan kita dengan Tiongkok, dengan melobi pemimpin negara itu. Poin kita jelas. Kurangi ekspor baja mereka ke sini. Perlu disampaikan secara tegas bahwa kalau ekonomi Indonesia sempoyongan, mereka akan kena getah juga. Jika ternyaa cara negosiasi ini ibarat memukul angin alias sia-sia belaka, maka harus pikirkan cara lain yang lebih bergigi," ujar Rizal Ramli di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Cara kedua, sambung Rizal Ramli, pemerintah harus menerapkan kebijakan antidumping. Rizal mengusulkan agar Indonesia menetapkan tarif bea masuk 25% untuk impor baja dan segala turunannya. Langkah itu, kaa Rizal, sangat beralasan lantaran di negeri asalnya, para importir baja mendapat keringanan pajak. Mereka bahkan sudah mendapat tax rebate 10% dari pemerintah.

"Dengan tarif bea masuk 25% itu pasar akan kembali sehat. Harga jadi kompetitif. Ekonomis bagi industri baja dalam negeri. Mereka bisa bersaing, produksi bisa naik, dan tentu saja bisa membukukan keuntungan," katanya.

Menata kembali keran impor kita, lanjut Rizal, bukan saja menolong industri tapi juga menekan defisit transaksi berjalan. Rizal Ramli juga pernah mengkritik keras kebijakan tim ekonomi pemerintah yang berani mengurangi impor barang-barang kecil, seperti bedak dan lipstik, yang nyaris tidak memiliki daya tekan terhadap defisit transaksi berjalan. "Kenapa tidak fokus kepada yang besar-besar, seperti baja dan turunannya itu," tegas Rizal.

Meski agak terlambat, keberanian Presiden Jokowi untuk tidak membiarkan negeri ini terus menerus impor baja dalam jumlah besar, sebagaimana disampaikan Rabu pekan lalu, dinilai baik oleh Rizal Ramli. "Memang dibutuhkan langkah terobosan yang berani dari pemerintah kita," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah industri baja dalam negeri tengah mengalami kesulitan usaha akibat impor baja yang begitu besar. Pada Februari 2019, ramai diberitakan perusahaan seperti PT Krakatau Steel akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) demi menyelamatkan keuangan perusahaan.

Kabar tentang rencana PHK itu memantik ribuan buruh PT Krakatau Steel, pada Selasa 7 Februari 2019, bergerak ke jalan. Mereka Bbrunjuk rasa untuk menolak rencana yang dianggap tidak saja mengancam periuk nasi, tetapi sekaligus membuat masa depan keluarga mereka menjadi gelap.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sesi I, IHSG Menguat ke 5.935

Sebanyak 144 saham menguat, 190 melemah, dan 145 stagnan hingga penutupan sesi I IHSG hari ini.

EKONOMI | 20 Februari 2020

Siang Ini, Kurs Rupiah Terus Melemah ke Rp 13.772 per Dolar

Kurs rupiah berada di level Rp 13.772,5 per dolar AS atau terdepresiasi 77,5 poin (0,57 persen).

EKONOMI | 20 Februari 2020

Dradjad: Dampak Coronavirus, Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Melambat ke 4,3%

Menurut Dradjad Wibowo, dengan dampak virus korona, yang realistis proyeksi pertumbuhan adalah 4,3 - 4,8 persen.

EKONOMI | 20 Februari 2020

CIMB Niaga Raup Kenaikan Laba Bersih 12,4%

Jumlah kredit yang disalurkan Bank CIMB Niaga tumbuh 3,1 persen YoY menjadi Rp 194,2 triliun.

EKONOMI | 19 Februari 2020

Andalkan Penjualan Lahan Industri, DMAS Optimistis Raih Marketing Sales Rp 2 Triliun

Perseroan mempersiapkan belanja modal sekitar Rp700 miliar pada tahun 2020. Sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur Kota Deltamas.

EKONOMI | 20 Februari 2020

ICCA Indonesia Committee Gelar Forum MICE Internasional

Merupakan forum pertemuan para pelaku industri MICE dan industri pendukungnya, serta stakeholder terkait

EKONOMI | 19 Februari 2020

Asosiasi Pengusaha Tunggu Penurunan Harga Gas

Asosiasi pengusaha seperti Apolin, Inaplas, dan FIPGB mengatakan penurunan harga gas bumi akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 20 Februari 2020

Sriwijaya Air Beri Diskon 35% bagi Lansia

Sriwijaya Air beri diskon tiket pesawat 35% bagi lansia, 25% bagi pelajar, dan 10% bagi TNI/Polri.

EKONOMI | 20 Februari 2020

IHSG Berpeluang Menguat, Ini Rekomendasi Saham Valbury Sekuritas Indonesia

Rekomendasi saham Valbury Sekuritas Indonesia hari ini: ASII, BBRI, BMRI, BBNI, KLBF, ICBP.

EKONOMI | 20 Februari 2020

Kurs Rupiah terhadap Dolar Terdepresiasi ke Rp 13.715

Kurs Rupiah berada di level Rp 13.715 per dolar AS atau terdepresiasi 20 poin (0,15 persen).

EKONOMI | 20 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS