Buku Perjalanan Hidup Raja FO Perry Tristianto Diluncurkan

Buku Perjalanan Hidup Raja FO Perry Tristianto Diluncurkan
Pengusaha Perry Tristianto meluncurkan buku biografinya berjudul “The Real Entrepreneur Perry Tristianto” di Bandung, Sabtu, 22 Februari 2020. ( Foto: Investor Daily / Novvy Lumanauw )
Novy Lumanauw / AO Minggu, 23 Februari 2020 | 20:12 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Pengusaha sekaligus entrepreneur sukses, Perry Tristianto, pada hari ulang tahunnya yang ke-60 meluncurkan buku biografi berjudul “The Real Entrepreneur Perry Tristianto” di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/02/2020).

Bertempat di Ballroom Hotel Padma Ciumbuleuit Bandung, peluncuran buku setebal 293 halaman tersebut dihadiri oleh Menteri Pariwisata Kabinet Kerja Periode 2014-2019 Arief Yahya, pakar manajemen perubahan dan guru besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali, dan Presiden Markplus Inc Hermawan Kertajaya.

Buku "The Real Entrepreneur Perry Tristianto" ditulis oleh wartawati senior Neneng Herbawati dan diterbitkan penerbit IGICO. Buku tersebut merangkum lika-liku perjalanan hidup Perry Tristianto yang mendapat julukan sebagai Raja FO (factory outlet).

Atas peluncuran buku biografinya, Perry Tristianto mengatakan dirinya tak pernah menyangka bila perjalanan hidupnya yang berliku untuk dapat meraih kesuksesan seperti saat ini, akhirnya dituangkan menjadi sebuah buku.

“Kehadiran buku tentang pengalaman hidup saya ini, saya harapkan bisa menjadi sumber inspirasi dan dapat memotivasi semua pihak, termasuk generasi muda, untuk terus bersemangat tidak mudah putus asa dan menjadi entrepreneur,” ujar Perry melalui keterangan tertulis yang diterima Minggu (23/2/2020).

Menurut Perry, buku biografi ini juga diharapkan sebagai sumbangsih nyata dari dirinya sebagai warga Bandung dalam mendukung kemajuan literasi di Kota Bandung dan Jawa Barat pada umumnya.

“Saya berterima kasih mendapat kepercayaan untuk menuliskan buku tentang perjalanan hidup dan bisnis Pak Perry. Penulisan buku ini sebagai legacy Pak Perry yang berhasil mengembangkan banyak entrepreneur dan sebagai kontribusi nyata bagi kemajuan perekonomian dan pariwisata di kota tercinta Bandung dan Jawa Barat secara luas,” jelas Neneng.

Proses penulisan hingga pencetakan buku tersebut terbilang singkat, hanya membutuhkan waktu sekitar 4,5 bulan. Menurut Neneng, melalui penulisan buku ini, Perry Tristianto berharap dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk berjiwa entrepreneur, berani mengatasi berbagai tantangan yang mengadang.

“Karena selama ini Perry secara rutin membagikan ilmu dan pengalamannya di berbagai perguruan tinggi dan atau pemerintah daerah yang datang ke gerai wisata yang dimilikinya untuk belajar memberdayakan UKM,” ujarnya

Pasalnya, Perry adalah salah satu di antara entrepreneur di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk memadukan antara bisnis, pendidikan, dan hospitality menjadi sebuah wadah seperti pelayanan kesehatan, hotel, berdagang, kuliner dan objek wisata bagi masyarakat. Tujuannya adalah semata-mata untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat agar dapat berbagi dengan sesama.

Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya dalam kutipannya yang termuat di dalam buku tersebut mengungkapkan bahwa tokoh seperti Perry, dengan semua karya dan kontribusinya untuk Jawa Barat, kalau mau digambarkan dalam satu kalimat adalah entrepreneur sejati.

“Saya berterima kasih tak terhingga untuk tokoh seperti Pak Perry yang membuat pariwisata Jawa Barat menjadi luar biasa. Bahkan khas, jadi kalau bicara factory outlet, ingat Pak Perry. Ingat destinasi wisata yang unik-unik ingat Pak Perry, mau Rumah Sosis, Tahu Susu Lembang, Floating Market Lembang, Farmhouse, semua unik,” ujar Arief Yahya.

Arief Yahya menambahkan cara-cara yang telah dilakukan oleh Perry merupakan cara yang tidak biasa. Dia menilai Perry tidak hanya mengejar peluang tetapi menciptakan peluang.

Buku "The Real Entrepreneur Perry Tristianto" mengupas perjalanan hidup putra pasangan Atiman Tedja dan Netty Tedja tersebut. Mulai dari usaha peternakan ayam yang dilakukan Perry untuk menambah biaya sekolah, sampai kesuksesannya membangun jaringan lini bisnis fesyen, restoran hingga sejumlah wahana wisata unik di Bandung dibeberkan dalam buku tersebut

Dalam buku ini juga terungkap bahwa bagi Perry, motivasi adalah modal sangat penting untuk menjadikannya entrepreneur sejak usia dini. Di usianya yang terbilang muda, benih-benih entrepreneurship telah tumbuh di dalam dirinya.

Perry adalah pribadi yang melihat sukses di balik kegagalan. Ketika, masih menjabat presiden direktur perusahaan rekaman, pria lulusan Stamford College Singapura ini pernah menjual barang dagangannya di emperan kaki lima. Dia punya cara untuk menutupi rasa malunya itu. Strategi bisnis yang diterapkan Perry menjadikannya sebagai salah seorang penggagas bisnis jeans di Jalan Cihampelas.

Dalam waktu singkat Perry berhasil memegang kendali industri mode dan fesyen di Bandung. Nama factory outlet (FO) pun menjadi terkenal hingga ke berbagai pelosok Nusantara.

Menyadari kekuatan Bandung sebagai Paris van Java, Perry bersama istrinya Ellen, membuat terobosan baru dengan membuka All About Strawberry, sebuah destinasi wisata dan kuliner pada 2004. Dia mengubah kediamannya yang luas dan asri menjadi tempat tujuan wisata, kuliner dan belanja.

Berani mengambil risiko adalah salah satu kunci dalam memulai usaha, bagi seorang entrepreneur. Seperti halnya Perry, dia berani menanamkan uangnya untuk terus berekspansi ke usaha wisata kuliner. Praoe Seafood, Rumah Ubi, Bali Heaven, Rumah Sosis, Kampung Baso dan House of Risoles (Rumah Risoles), hingga Tahu Susu Lembang adalah deretan usaha kuliner yang dibangun Perry.

Perry terus berinovasi dan menciptakan peluang dengan mengembangkan wahana wisata terpadu seperti De’ Ranch, ‘Floating Market’, Hijab Swimming, Farm House, Happy Farm hingga The Great Asia Afrika di Lembang yang baru diluncurkan awal November 2019.

Meski perjalanan usahanya tak selalu manis, tetapi ide kreatif dan inovasi dari Perry dan istrinya Ellen seolah tak kan berujung. Kedua pasangan ini akan terus melakukan terobosan, menciptakan pasar dan karya kreatif di sektor pariwisata.



Sumber: BeritaSatu.com