Indosat Ooredoo Raih Laba Rp 1,56 Triliun

Indosat Ooredoo Raih Laba Rp 1,56 Triliun
President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama saat peluncuran IM3 Ooredoo ‘Phone Line’ dengan Asisten Google, di Jakarta, Senin (10/2/2020). Layanan ini memungkinkan pelanggan dapat dengan mudah mendapatkan informasi apapun yang dibutuhkan lewat panggilan telpon ke 696 secara gratis. ( Foto: beritasatu photo / mohammad defrizal )
Herman / MPA Senin, 24 Februari 2020 | 18:20 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.Com – Indosat Ooredoo mencatatkan kinerja yang positif pada 2019. Dalam laporan kinerja perusahaan, total pendapatan tumbuh 12,9% menjadi sebesar Rp 26,1 triliun, Pendapatan seluler tumbuh sebesar 14,7% menjadi Rp 20,7 triliun, dan EBITDA mencapai Rp 9,9 triliun, atau tumbuh sebesar 51,6% YoY.

Pelanggan seluler juga tumbuh sebesar 1,2 juta pelanggan menjadi 59,3 juta pelanggan pada akhir 2019, dan Average Revenue per User (ARPU) meningkat menjadi Rp 27.900  dari tahun sebelumnya sebesar Rp18.700, yang utamanya disebabkan oleh tingginya peningkatan trafik data sebesar 71,6% YoY.

Pada 2019, Indosat Ooredoo membukukan laba bersih sebesar Rp 1.569 miliar atau naik sebesar hampir Rp 4 triliun dibandingkan rugi bersih di tahun 2018 yang disebabkan oleh perbaikan EBITDA dan penjualan menara.

Presiden Director dan CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama mengatakan Indosat Ooredoo telah berhasil melaksanakan strategi tiga tahun Perusahaan, dan hal ini menyebabkan kinerja keuangan yang solid.

"Kami berinvestasi untuk meningkatkan cakupan dan kinerja jaringan 4G kami. Langkah-langkah ini berkontribusi terhadap peningkatan basis pelanggan dan volume trafik data perusahaan," kata Ahmad Al-Neama dalam keterangan resminya yang diterima Beritasatu.com, Senin (24/2/2020).

Ahmad menyampaikan, Indosat Ooredoo berhasil melaksanakan penggelaran jaringan 4G secara intensif, mengembangkan cakupan populasi 4G dari hanya sebesar 44% pada akhir 2017 hingga mencapai hampir 90% di 2019, serta meningkatkan kualitas konektivitas di seluruh Indonesia secara signifikan.

Perusahaan telah mengoperasikan total 124.144 BTS per 31 Desember 2019, meningkat sebesar 49.218 BTS dibandingkan tahun sebelumnya. Sampai dengan saat ini, Perusahaan mengoperasikan BTS 4G sebanyak 48.048. Pada 2019, Indosat Ooredoo juga telah menyelesaikan penjualan 3.100 menara perusahaan dengan nilai transakai sebesar Rp 6,39 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com