Pertamina Harap PLN Implementasikan Serap Gas Donggi-Matindok

Pertamina Harap PLN Implementasikan Serap Gas Donggi-Matindok
CPP gas Matindok Pertamina EP Asset 4. (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 24 Februari 2020 | 18:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina EP ingin PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengimplementasilam komitmennya membeli gas dari Donggi Matindok Field, Kabupatem Banggai, Sulawesi tengah (Sulteng) sebanyak 20 million million standar cubic per day (MMSCFD). Jika tidak direalisasikan, Pertamina EP bisa kehilangan potensial keuntungan.

"Sejauh ini belum PLN belum merealisasikan komitmennya menyerap gas dari Donggi Senoro Field," kata Direktur Operasi dan Produksi PT Pertamina Chalid Said Salim di sela peresmian dormitory pekerja di Matindok Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (24/2/2020).

Dia mengatakan belum diserapnya gas oleh PLN membuat tingkat keekonomian fasilitas di Donggi Matindok Field perlu dkaji kembali terkait project financing dan pengembangan lapangan tersebut. "Kita melakukan investasi di setiap aset mengharapkam return (imbal hasil)," kata Chalid Said Salim.

Chalid mengatakan Pertamina EP memiliki dua CPP dari lapangan gas Matindok Field, yaitu CPP Donggi dan Matindok. Total kapasitas produksi gas kedua CPP ini sebesar 105 MMSCFD. Dari produksi tersebut, sudah terkontrak dengan PT Donggi Senoro LNG sebesar 85 MMSCFD hingga 2028. Sementara PLN meminta alokasi menyerap 20 MMSCFD dari CPP Matindok untuk PLTGU Sulawesi Bagian Tengah berkapasitas 150 megawatt.

"Sejak CPP Matindok beroperasi Mei 2019 sampai sekarang PLN belum memenuhi komitmen penyerapan alokasi gas Matindok. Akibatnya kami seolah terikat dgn komitmen saja, tanpa kesempatan utk segera men-deliver gas porsi PLN, padahal revenue dari sales gas CPP Donggi-Matindok sangat penting sebagai salah satu backbone atau penyumbang pendapatan terbesar bagi Pertamina EP," kata Chalid Said Salim.

Dia berharap PLN lebih tegas untuk memutuskan komitmennya menyerap gas tersebut. "Minimal sudah ada action dari PLN komitmennya seperti apa," kata Chalid Said Salim.

Menurut Chalid, sepanjang 2019 Pertamina EP Asset 4 Donggi Matindok Field menyumbang laba bersih sekitar UD$ 57 juta. "Kontribusi net profit sekitar Rp 900 miliar atau hampir Rp 1 triliun," mata Chalid Said Salim.

Sementara General Manajer PT Pertamima EP Asset 4 Agus Amperianto mengatakan jika PLN memberi kepastian tidak menyerap gas dari lapangam Matindok, maka perseroan akan menjual ke pihak lain. "Yang kami harapkan ada kepastian, sehingga jika PLN belum bisa menyerap sekarang, maka solusi alternatif mencari buyer lain, bisa kami lakukan. Karena sudah banyak kalangan industri di Sulawesi Tengah yang menyataman minatnya untuk pengembangan industri petrokimia di wilayah Sulteng," ujar Agus Amperianto.

Menurut Agus, saat Pertamina EP mengembangkan lapangan Matindok, PLN mengharapkan komitmen alokasi gas untuk pembangkitnya guna memenuhi kebutuhan listrik khususnya di Kabupaten Banggai dan Sulteng. Pemda setempat juga menyambut dengan antusias rencana PLN itu. "Karena itu kami berharap komitmen rencana alokasi gas dengan PLN, mendesak untuk diimplementasikan demi Banggai yang terang benderang dan industri yang lebih maju, dengan suplai dari PLN ini," kata Agus.



Sumber: BeritaSatu.com