Pelarangan Truk Kelebihan Muatan Berlaku Penuh Awal 2023

Pelarangan Truk Kelebihan Muatan Berlaku Penuh Awal 2023
Petugas menindak truk kelebihan beban muatan di Jalan Tol JORR. (Foto: ist)
Thresa Sandra Desfika / FER Senin, 24 Februari 2020 | 20:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menetapkan pelarangan angkutan mobil barang yang overdimension and overload (odol) akan berlaku penuh mulai awal 2023.

Baca Juga: Kemhub Akan Tindak Tegas Truk Kelebihan Muatan

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi usai rapat koordinasi terkait odol bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Korlantas Polri, Kementerian Perindustrian (kemperin), dan stakeholders lain di Jakarta, Senin (24/2/2020).

"Kami mengadakan rapat koordinasi untuk mencari solusi. Di satu sisi kita punya keinginan untuk menegakkan aturan odol, tetapi di sisi lain kita sedang menghadapi masalah ekonomi akibat adanya wabah virus korona dan isu lainnya yang mempengaruhi ekonomi Indonesia. Oleh karenanya, kita memberikan toleransi sampai akhir 2022, dan pada 1 Januari 2023 berlaku penuh,” ucap Menhub.

Baca Juga: Pelaku Usaha Transportasi Diminta Mitigasi Dampak Korona

Menhub menambahkan, penundaan pemberlakuan odol secara penuh ini karena adanya permohonan dari pelaku usaha yang meminta tenggat waktu untuk menyesuaikan diri, sebelum aturan tersebut benar-benar ditegakkan.

Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan produktivitas dari Tanjung Priok sebagai pusat logistik nasional yang melayani 60 persen logistik Indonesia.

Namun demikian, Menhub menjelaskan, untuk ruas jalan tol tertentu aturan pelarangan odol ini akan mulai diberlakukan saat ini. Ruas jalan tol tersebut yaitu jalan tol dari Tanjung Priok sampai ke Bandung. Termasuk pelarangan angkutan odol masuk ke pelabuhan Penyeberangan.

Baca Juga: Kendaraan Kelebihan Muatan Dilarang Menyeberang Merak

"Jadi (jalan tol) tetap diberlakukan pelarangan odol. Teknisnya apakah akan diberlakukan hari ini atau minggu depan, akan segera disiapkan," tegas Menhub.



Sumber: BeritaSatu.com