Januari, Produksi Migas Pertamina EP Lampaui Target

Januari, Produksi Migas Pertamina EP Lampaui Target
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ditemani Direktur Operasi dan Produksi PT Pertamina EP Chalid Said Salim saat membuka Forum Sharing Produksi dan Operasi di Yogyakarta, Rabu (26/2/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 26 Februari 2020 | 10:33 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas menggenjot produksi minyak dan gas (migas) di awal 2020.

“Per Januari 2020, produksi minyak PEP berada di angka 80.773 barel per hari (BOPD) dan gas berada pada angka 965 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 100,4 persen dari angka target harian migas (minyak dan gas),” kata Direktur Operasi dan Produksi Pertamina EP Chalid Said Salim dalam acara Forum Sharing Teknologi Produksi di Yogyakarta, Rabu, (26/2/2020)

Sepanjang 2020, PT Pertamina EP menargetkan produksi minyak 86.000 BOPD, atau lebih tinggi dari work plan and budjet (WP&B) dan 85.000 BOPD yang disetujui SKK Migas. Sementara penugasan pemerintah yang tercantum dalam APBN ditargetkan 90.000 BOPD. Adapun untuk produksi gas 2020 ditargetkan 915,75 MMSCFD.

Pada tahun 2019, PEP mencatat kinerja positif dengan produksi minyak 82.213 BOPD dan produksi gas sebesar 959 MMSCFD. Dari hasil tersebut, PEP berhasil meraup laba sebesar US$ 654 juta. Pencapaian tersebut menjadikan PEP peringkat tiga produsen minyak dan gas bumi di Indonesia serta semakin agresif untuk meningkatkan angka produksi.

Chalid Said Salim menerangkan strategi yang dijalankan untuk mencapai target 2020 cukup menantang. “Kami akan tetap fokus untuk meningkatkan produksi, menahan laju decline dan menjaga kehandalan fasilitas produksi existing,” kata Chalid Said Salim.

Sementara Forum Sharing Teknologi Produksi yang dihadiri Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini kegiatan sharing pengalaman kepada generasi milenial di PEP.

Chalid berharap, dengan diadakannya Forum Sharing Teknologi ini para peserta dapat berbagi keberhasilan mereka mengimplementasikan teknologi baru di unit kerja masing-masing yang diharapkan dapat memberikan keakuratan lebih baik bagi setiap proses operasi produksi.

“Tantangan untuk menjaga serta meningkatkan hasil produksi tidak lepas dari inovasi teknologi yang dilakukan direktorat kami. Melalui ajang ini diharapkan dapat menemukan teknologi baru guna menjawab tantangan dalam pencapaian target produksi yang ditetapkan, sesuai dengan tema ajang kali ini Production Operation Big Moves to Break the Limit,” kata Chalid Said Salim.

Strategi utama pencapaian rencana kerja 2020 antara lain menjaga dan meningkatkan kinerja Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), eksekusi program kerja On Time On Budget On Schedule and On Return dengan mengimplementasikan Business Acceleration Program (BAP) secara konsisten, lebih agresif di awal tahun, menerapkan good change management, meningkatkan budaya sharing dan sinergi, serta menerapkan cost effectiveness & cost efficiency.

Keandalan operasional perusahaan sejalan dengan aspek HSSE. Komitmen perusahaan terhadap HSSE dibuktikan dengan pencapaian jam kerja selamat tahun 2019 sebanyak 99.741.534 jam, zero fatality, serta akumulasi Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,1.

Sinergi baik dengan para pemangku kepentingan ini juga datang dari Sekjen Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto serta Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiranto dan Direktur Operasi 2 PT Pembangkitan Jawa - Bali, Miftahul Jannah sebagai panelis yang akan membagikan pengalamannya kepada para peserta di hari pertama kegiatan. Pada hari kedua, kegiatan ini akan dihadiri oleh perwakilan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) dan Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) serta Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas dari Dirjen Migas Mustafid Gunawan.



Sumber: BeritaSatu.com