Kejar Target 1 Juta Barel, SKK Migas Hadirkan Layanan Perizinan 3 Hari

Kejar Target 1 Juta Barel, SKK Migas Hadirkan Layanan Perizinan 3 Hari
Ilustrasi ( Foto: AFP/Omar Torres )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 26 Februari 2020 | 17:34 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) merilis layanan perizinan terpadu One Door Service Policy (ODSP) yang hanya butuh waktu tiga hari dalam upaya mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) pada 2030. Layanan yang dirlis pada Januari 2020 ini didahului sosialisasi bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

"Dengan ODSP, seluruh proses perizinan di SKK Migas yang menyangkut investasi migas hanya butuh 3 hari," kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno dalam Forum Sharing Teknologi dan Operasi Migas yang diselenggarakan PT Pertamina EP di Yogyakarta, Rabu (26/2/2020).

Dia mengatakan ODSP merupakan salah satu strategi SKK Migas dalam menyelesaikan hambatan dalam perizinan yang berkaitan dengan proyek migas. Selain itu, membuat sistem pengurusan perizinan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas menjadi lebih cepat, efisien, terukur, terkoordinasi dan terpantau dengan baik. "Sekaligus mendukung penciptaan iklim usaha di sektor hulu migas agar mampu bersaing dengan negara-negara lain khususnya Malaysia, Thailand dan Vietnam," kata Julius Wiratno.

Menurut Julius Wiratno, kemudahan perizinan merupakan bagian dari transformasi SKK Migas untuk mencapai target rencana jangka panjang produksi migas nasional 1 juta BOPD yaitu clear vision, smart organization, one door service policy, commercialization dan digitalization.

SKK Migas juga menerapkan empat strategi jangka panjang yang menjadi perhatian utama untuk mengejar produksi 1 juta BOPD di tahun 2030. Pertama, mengedepankan eksplorasi yang masif dan intensif. Kedua, mendorong dan mengampanyekan penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di lapangan mature.

Ketiga, mengakselerasi dan monetisasi proyek-proyek utama, sehingga mempercepat potensi sumberdaya menjadi lifting. Strategi keempat mempertahankan tingkat produksi eksisting yang tinggi sekaligus menahan penurunan produksi alami.

Julius Wiratno mengatakan realisasi produksi minyak nasional pada 2019 adalah 745.100 barel per hari. Untuk target APBN 2020 adalah 755.000 barel per hari. Sedangkan untuk lifting minyak, realisasi 2019 adalah 746.300 barel per hari dan target APBN 2020 mencapai 755.000 barel per hari.



Sumber: BeritaSatu.com