Pertama di Indonesia, PLTS Terapung Bifacial Hadir di Danau UI

Pertama di Indonesia, PLTS Terapung Bifacial Hadir di Danau UI
PT Sky Energy Indonesia, Tbk (JSKY) bekerja sama dengan laboratorium TREC, Fakultas Teknik, UI, dan PT Quint Solar Indonesia meresmikan satu unit proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Bifacial pertama di Indonesia yang ditempatkan di Danau Jurusan Teknik Mesin, FT UI. (Foto: Dok)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 1 Maret 2020 | 15:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung bifacial pertama di Indonesia, hadir di Danau Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (FT UI). Proyek percontohan ini hasil kerja sama PT Sky Energy Indonesia, Tbk (JSKY), laboratorium Tropical Renewable Energy Center (TREC) UI, FT UI dan PT Quint Solar Indonesia.

“Proyek ini untuk mendukung program pemerintah Indonesia dalam energi terbarukan (renewable energy) dan penyediaan energi bersih dan terjangkau bagi masyarakat luas di Indonesia," ujar Presiden Direktur PT Sky Energy Indonesia, Tbk Jackson Tandiono, dalam keterangan yang diterima redaksi Mingu (1/2/2020).

Baca Juga: PLN Bangun PLTS Terapung Pertama di Indonesia

Satu unit PLTS terapung bifacial berkapasitas 10.000 Wp (Watt peak) itu menjadi sarana bagi mahasiswa Fakultas Teknik UI dan peneliti TREC melakukan kegiatan pembelajaran dan penelitian energi bersih untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul dalam bidang energi terbarukan. "Jadi ini produksi lokal yang dibuat, dirancang, dan diproduksi orang Indonesia sendiri melalui PT Sky Energy Indonesia,” kata Jackson Tandiono.

Kerja sama dilakukan untuk meneliti, menerapkan, dan mengembangkan PLTS terapung di daerah tropis Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki potensi perairan alam seperti waduk, danau, pesisir, laut, dam, dan rawa-rawa yang bisa dimanfaatkan.

Baca Juga: RI-UEA Teken Kerja Sama Bisnis US$ 23 Miliar

Jackson mengatakan, Sky Energy yang telah melantai di Bursa Efek Indonsia (BEI) siap menerapkan teknologi ini dalam skala yang lebih besar. Teknologi ini kata dia, cocok diterapkan pada proyek PLTS di Indonesia yang mempunyai wilayah perairan luas. "Biaya produksinya terjangkau, karena memanfaatkan area perairan kosong yang berarti akan mengurangi biaya investasi lahan,” jelas Jackson Tandiono.

Selain di danau dan laut, teknologi PLTS terapung bifacial ini juga cocok dibangun di atas waduk seperti dalam rencana pemerintah untuk membangun PLTS Cirata, Jawa Barat. Proyek yang rencananya dimulai awal 2021 itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik PLN yang terus meningkat.

Dalam kesempatn yang sama, Dekan Fakultas Teknik UI Hendri D.S Budiono mengatakan, hadirnya PLTS terapung merupakan salah satu contoh sinergi swasta dengan lembaga pendidikan dan penelitian untuk mengembangkan teknologi energi terbarukan di Indonesia. "Semoga modul ini bisa diterapkan langsung bagi pembuatan PLTS di Indonesia,” kata Hendri D.S Budiono.

Sedangkan Direktur TREC FT UI, Eko Adhi Setiawan memaparkan bahwa sistem PLTS terapung ini dipasang di atas perairan dengan menggunakan jenis panel surya bifacial (dua sisi) yang pertama kali diterapkan di Indonesia. Penggunaan panel surya bifacial ini diharapkan dapat menghasilkan energi yang lebih besar karena memiliki dua sisi sel surya yang dapat menerima sinar matahari. Sisi depan panel surya menerima sinar matahari langsung, sedangkan sisi sebaliknya menerima sinar matahari dari pantulan air.



Sumber: BeritaSatu.com