BPS: Bawang Putih Pemicu Inflasi Februari

BPS: Bawang Putih Pemicu Inflasi Februari
Ilustrasi bawang putih. ( Foto: Antara / Anis Efizudin )
Herman / WBP Senin, 2 Maret 2020 | 13:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2020 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,62. Angka inflasi ini lebih rendah dari Januari 2020 yang sebesar 0,39 persen. Untuk inflasi tahun kalender 2020 sebesar 0,66 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun (Februari 2020 terhadap Februari 2019) sebesar 2,98 persen.

Inflasi Februari 2020 paling besar disumbang kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang memberi andil 0,25 persen. Pada kelompok ini, bawang putih memberikan kontribusi paling besar pada inflasi mencapai 0,09 persen akibat kurangnya pasokan," papar Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusantidi gedung BPS, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Selain bawang putih, Yunita menambahkan, komoditas lainnya yang juga mengalami kenaikan harga pada Februari 2020 antara lain beras, daging ayam ras, jeruk, kentang, bawang bombay, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, rokok kretek filter, rokok putih, kontrak rumah, bahan bakar rumah tangga, dan emas perhiasan.

Baca juga: BPS: Inflasi Februari 0,28%

Sementara kelompok yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,37 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. "Sedangkan yang mengalami deflasi paling besar adalah kelompok transportasi sebesar 0,37 persen yang disebabkan oleh penurunan harga Pertamax dan Pertamax Turbo,” kata Yunita Rusantidi.

Baca juga: BPS: Masuk Kategori Tinggi, IPM Indonesia Capai 71,92

Yunita menyampaikan, dari 11 kelompok pengeluaran, enam kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, dan satu kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi, dan empat kelompok tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional.

Sementara komponen inti pada Februari 2020 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 104,47 pada Januari 2020 menjadi 104,62 pada Februari 2020. Komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,11 persen dan komponen yang harganya bergejolak mengalami inflasi 1,27 persen.

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk tahun kalender (Januari–Februari) 2020 masing-masing sebesar 0,33 persen; -0,39 persen; dan 3,23 persen, serta inflasi tahun ke tahun (Februari 2020 terhadap Februari 2019) masing-masing sebesar 2,76 persen; 0,54 persen; dan 6,68 persen.



Sumber: BeritaSatu.com