Harga Minyak Mixed di Tengah Upaya Pemotongan Produksi OPEC
Logo BeritaSatu

Harga Minyak Mixed di Tengah Upaya Pemotongan Produksi OPEC

Kamis, 5 Maret 2020 | 08:47 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New York, Beritasatu.com - Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (3/5/2020) di tengah upaya produsen minyak utama, termasuk Arab Saudi, akan mengurangi pasokan lebih dalam guna mengimbangi penurunan permintaan akibat virus corona.

Ketika wabah telah menyebar, minyak telah turun tajam, dan hanya rebound dalam jangka pendek. Minyak mentah berjangka Brent, turun 26 sen menjadi US$ 51,6 per barel pada 11.43 waktu London (1643 GMT). Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berakhir naik 2 sen menjadi US$ 47,2 per barel.

Arab Saudi dan anggota lain Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berusaha membujuk Rusia untuk bergabung dalam pengurangan produksi minyak tambahan guna menopang harga. Kelompok, yang dikenal sebagai OPEC+, telah memotong pasokan 2,1 juta barel per hari guna membantu menopang harga minyak mentah.

Kelompok itu ingin memotong setidaknya satu juta barel per hari lebih banyak dalam pasokan ke pasar, sumber OPEC mengatakan kepada Reuters. Rusia, yang bukan anggota OPEC, dikenal kerap melakukan kesepakatan sampai menit terakhir. Hingga Rabu, satu panel beberapa menteri dari kelompok itu belum menandatangani perjanjian.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh mengatakan pasar menghadapi surplus.

"Saat ini, pasokan di pasar lebih besar dari permintaan," kata Zanganeh. "OPEC dan non-OPEC perlu melakukan semua upaya mereka untuk menyeimbangkan pasar."

Goldman Sachs memangkas perkiraan harga Brent menjadi US$ 45 per barel pada April, sementara secara bertahap pulih menjadi US$ 60 per barel pada akhir tahun.

Morgan Stanley memangkas prediksi harga Brent kuartal kedua 2020 menjadi US$ 55 per barel dan prospek WTI menjadi US$ 50 karena ekspektasi pengurangan permintaan. "Pasar akan terbebani dampak virus corona di tengah melemahnya permintaan," kata presiden Lipow Oil Associates, Andrew Lipow.

Stok minyak mentah di Amerika Serikat naik 785.000 barel, kata Badan Informasi Energi AS, lebih rendah dari yang diperkirakan. Stok bensin dan solar keduanya turun lebih dari 4 juta barel. Ekspor melonjak menjadi hampir 4,2 juta barel per hari.



Sumber: Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Harga Emas Turun setelah Rally Akibat Bunga the Fed

Emas mencerna beberapa langkah yang terjadi kemarin setelah penurunan suku bunga Fed.

EKONOMI | 5 Maret 2020

IMF Bantu US$ 50 Miliar untuk Emerging Market Perangi Corona

Sebagian besar uang itu bebas bunga, dan sejumlah negara tidak perlu memiliki program yang sudah ada sebelumnya dengan IMF untuk berpartisipasi.

EKONOMI | 5 Maret 2020

Holding Perkebunan Nusantara Raih Penghargaan BUMN Performance Excellence Awards 2020

Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berhasil meraih penghargaan BUMN Performance Exellence Award (BPEA) 2020 kategori Emerging Industry Leader.

EKONOMI | 5 Maret 2020

IHSG Berpotensi Menguat, Ini Saham yang Layak Dibeli

Secara teknikal IHSG diprediksi bergerak di rentang 5.614 - 5.722.

EKONOMI | 5 Maret 2020

Dow Naik 1.100 Poin atas Kemenangan Biden, UnitedHealth Naik 10%

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1173,5 poin (4,53 persen) menjadi 27.091 poin.

EKONOMI | 5 Maret 2020

Kemhub Buat Jalur Khusus WNA dari Episentrum Baru Corona

Kemhub akan membuat jalur khusus di setiap pintu masuk ke Indonesia bagi WNA dari empat negara yang menjadi episentrum baru corona.

EKONOMI | 4 Maret 2020

Pasar Properti Menggeliat, JGC Pasarkan Kavling Siap Bangun

JGC mencermati tingginya minat masyarakat terhadap produk kavling siap bangun.

EKONOMI | 4 Maret 2020

Dominasi Nilai Ekspor Nasional, Industri Manufaktur Jadi Sektor Andalan

Pemerintah tekad tingkat ekspor di sektor industri.

EKONOMI | 4 Maret 2020

Mayapada Hospital Bogor Melayani Pasien BPJamsostek

BMC Mayapada Hospital Bogor kerja sama dengan BPJamsostek.

EKONOMI | 4 Maret 2020

Gubernur BI: April Ekonomi Mulai Menggeliat

Terkait dampak virus corona, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini sekitar 4,9 persen.

EKONOMI | 4 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS