INSA Minta Optimalisasi Tol Laut Libatkan Semua Pihak

INSA Minta Optimalisasi Tol Laut Libatkan Semua Pihak
Rapat Umum Anggota (RUA) Indonesian National Shipowner's Association (INSA) menetapkan Carmelita Hartoto sebagai Ketua Umum DPP INSA terpilih periode 2019-2023, di Jakarta, Selasa (10/12/2019). (Foto: Beritasatu.com / Thresa Sandra Desfika)
Thresa Sandra Desfika / FER Minggu, 8 Maret 2020 | 19:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesian National Shipwoner's Association (INSA) menilai untuk mengoptimalikan program tol laut agar harga bahan pokok di Indonesia timur dan barat menjadi relatif sama, memerlukan dukungan seluruh pihak mulai dari kementerian terkait hingga BUMN.

Baca: Jokowi Kritik Biaya Pengiriman Logistik Antardaerah Mahal

Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto mengatakan, program tol laut selama ini telah memberikan dampak positif bagi efisiensi logistik, khususnya di wilayah timur. Namun demikian, dampak tersebut belum signfikan untuk menekan biaya logisitik. Untuk itu, evaluasi tol laut harus dilakukan secara menyeluruh.

"Untuk mengoptimalisasi tol laut agar harga bahan pokok di Indonesia timur dan barat menjadi relatif sama, memerlukan dukungan seluruh pihak mulai dari kementerian terkait, dan tidak terkecuali dari BUMN," ungkap Carmelita dalam keterangannya, Minggu (8/3/2020).

Dia menjelaskan, untuk komoditas, masing-masing daerah memiliki dan membutuhkan komoditas yang berbeda. Carmelita mencontohkan, misalnya seperti di Wamena yang membutuhkan komoditas semen. Maka dari itu, dalam program tol laut, BUMN yang bergerak di bidang semen bisa memberikan subsidi silang dari keuntungan penjualan di Indonesia barat dengan menjual semen di wilayah timur dengan harga produksi.

Baca: KPPU Endus Dugaan Monopoli Tol Laut di Indonesia

"Kami pernah menyampaikan langsung kepada Bapak Presiden di Istana beberapa waktu lalu, untuk optimalisasi tol laut ini memerlukan dukungan seluruh pihak, termasuk juga dari BUMN,” katanya.

Untuk menjamin harga barang tol laut semakin kompetitif, Carmelita menilai, keberadaan Rumah Kita juga sebaiknya dikelola langsung oleh BUMN dan Kementerian Perhubungan (Kemhub). Adapun para pelaku usaha ritel agar diajak menjual barang pokok, seperti terigu, minyak, beras dan mi instan.

"Dengan begitu, tidak lagi membutuhkan distributor dan agen di daerah-daerah tujuan tol laut. Dengan cara ini memperkecil risiko adanya harga barang tol laut dijual dengan harga mahal," sebut Carmelita.

Carmelita menyampaikan, munculnya program tol laut, meski desain dari konsepnya belum sempurna, tapi program sudah berjalan. Tentunya para pelaku usaha pelayaran swasta nasional tetap mendukung dengan digandeng pemerintah untuk dilibatkan dalam pengoperasian tol laut.

Baca: CKB Logistics Operasikan Gudang Baru di Surabaya

"Selama ini, pelayaran swasta nasional telah terlibat aktif menjadi operator tol laut. INSA bersama Kementerian Perhubungan juga secara intens menjalin komunikasi dan diskusi mengevaluasi efektifitas tol laut," sebut Carmelita.



Sumber: BeritaSatu.com