Soal RUU Omnibus Law, Sandiaga Uno: Harus Ada Langkah Out of The Box

Soal RUU Omnibus Law, Sandiaga Uno: Harus Ada Langkah Out of The Box
Politisi Partai Gerindra, Sandiaga Uno (kiri), menyampaikan pandangannya mengenai RUU Omnibus Law di Hotel Ambhara Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (11/3/2020) ( Foto: Istimewa )
Carlos Roy Fajarta / JAS Kamis, 12 Maret 2020 | 08:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyusunan Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law di tengah merebaknya virus corona di dunia harus merujuk pada tren pelambatan ekonomi dunia. Pemerintah harus berpikir out of the box atau di luar kewajaran, salah satu di antaranya memberikan insentif kepada dunia usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal tersebut diungkapkan Sandiaga Uno usai menghadiri Pengajian bersama Aa Gym di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (11/3/2020).

Hal tersebut katanya sesuai dengan tujuan dari Omnibus Law, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menyederhanakan undang-undang perpajakan, cipta lapangan kerja, dan pemberdayaan UMKM.

Sehingga, lanjutnya, dunia usaha dalam negeri tetap bertahan di tengah melambatnya perekonomian dunia imbas dari merebaknya virus corona (Covid-19).

"Saya lagi membaca tentang bagian perpajakan ini di Omnibus Law. Saya melihat, justru saat merebaknya virus corona ini kita melihat pelambatan ekonomi dunia, turunnya harga minyak dan gas bumi dan perlambatan," ujar Sandiaga Uno.

"Tentunya penerimaan dari pada dunia usaha kita harus ada langkah-langkah yang out of the box, harus ada langkah-langkah yang memberikan suatu kelonggaran insentif, baik masyarakat terutama buat UMKM menghadapi ketidakpastian dari ekonomi ini," tambah Sandiaga Uno.

Tidak hanya kepada pemerintah, Sandiaga Uno juga berharap dunia usaha juga dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi bangsa. Investasi katanya bertujuan untuk menjaga fiskal dan moneter nasional tetap terjaga.

"Saya berharap juga tentunya dunia usaha, para pengusaha menyikapi ini dengan memberikan masukan insentif fiskal dan moneter, apa yang diperlukan perbankan," jelas Sandiaga Uno.

Merujuk hal tersebut, politisi Gerindra ini mengusulkan agar pemerintah dapat mengundang dunia usaha untuk berdiskusi bersama dalam penyusunan Omnibus Law. Sebab diketahui, pelambatan ekonomi dunia yang terjadi saat ini berdampak langsung terhadap dunia usaha.

"Mungkin sudah harus duduk melihat dampak-dampak terhadap cicilan pembayaran bunga maupun cicilan pembayaran angsuran pembayaran pokok. Karena pasti dengan menurunnya ekonomi kita, kemampuan perusahaan untuk mengelola dana tunainya ini menjadi sangat terkendala," tandas Sandiaga Uno.



Sumber: BeritaSatu.com