Pemerintah Libatkan Startup dalam Program Kartu Prakerja

Pemerintah Libatkan Startup dalam Program Kartu Prakerja
Kartu Prakerja ( Foto: Ismewa )
Herman / FER Kamis, 12 Maret 2020 | 18:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah tengah melakukan finalisasi program Kartu Prakerja yang dianggarkan sebesar Rp 10 triliun untuk target 2 juta peserta dalam APBN 2020.

Dalam program ini, pemerintah juga turut melibatkan sejumlah startup lokal untuk memberikan pelatihan melalui platform digital sesuai dengan kebutuhan dunia tenaga kerja.

Baca: Kartu Prakerja Diluncurkan Bulan April 2020

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, saat ini pemerintah masih membahas mengenai siapa atau kementerian/lembaga mana yang menjadi penanggung jawab saat program Kartu Prakerja berjalan. Rencananya, pemerintah akan menunjuk project management officer (PMO) yang akan dikeluarkan melalui keputusan Presiden (Kepres).

"Kita terus mematangkan persiapan, salah satunya kesiapan vendor mitra platform digital. Setelah penunjukkan PMO, harapannya bisa segera diluncurkan, secepatnya," kata Airlangga Hartarto usai rapat koordinasi program Kartu Prakerja, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Menko Airlangga di kesempatan sebelumnya menjelaskan, Kartu Prakerja merupakan program pelatihan vokasi dari pemerintah yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja atau buruh aktif, dan/atau pekerja atau buruh yang terkena PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pencari kerja, dengan inovasi implementasinya melalui platform (digital) bagi para pencari kerja (khususnya anak muda) dan yang sedang bekerja (alih profesi atau korban PHK).

Baca: Menristek Dorong Kemunculan Unicorn Baru

Nantinya, peserta program Kartu Prakerja memilki akses reguler seperti pelatihan dan sertifikasi di lembaga pelatihan kerja (LPK) pemerintah (termasuk BLK), LPK sawasta, dan TC industri. Peserta juga mendapatkan askes digital, di mana pelatihan disediakan oleh swasta. Peserta bisa memilih jenis pelatihan melalui platfrom digital, seperti Bukalapak, Ruang Guru, dan lainnya.

Co-founder Ruang Guru, Iman Usman juga menyampaikan kesiapan startup rintisannya dalam mensukseskan program Kartu Prakerja. Selain mengkurasi training provider yang dianggap relevan dan berkualitas untuk terlibat di program Kartu Prakerja, Ruang Guru juga akan menyediakan berbagai pelatihan yang dibutuhkan, serta menyediakan engineer untuk bisa membangun sistem program Kartu Prakerja agar siap dan sesuai dengan skala yang diharapkan.

"Nantinya di sistem besar yang disiapkan ini, semua individu di atas 18 tahun yang tidak sekolah atau kuliah bisa mendaftar program ini. Nantinya ada suatu sistem seleksinya, dari situ secara bertahap akan mengikuiti pelatihan per-batch,” jelas Iman.

Untuk tahap pertama, uji coba program kartu Prakerja rencananya akan dilakukan di daerah-daerah wisata yang terdampak wabah virus corona, antara lain Bali, Sulawesi utara, dan Kepulauan Riau. Di luar tiga daerah tersebut, pemerintah rencananya juga akan melakukan uji coba di Jawa Timur.

Baca: Airlangga Ungkap Indikasi Pengalihan Order ke Indonesia

"Iya betul (tiga daerah). Itu nanti yang jadi prioritas utama dan mungkin ada satu tambahan Jatim sepertinya, nanti jadi pertama dulu. Tapi bedanya dari yang di situ sampai ke nasional tidak lama, mungkin dua sampai tiga bulan sudah nasional juga," tandas  Iman.



Sumber: BeritaSatu.com