Indonesia-Belanda Kerja Sama Perkuat Koperasi Pertanian

Indonesia-Belanda Kerja  Sama Perkuat Koperasi Pertanian
Wakil Menteri Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Kerajaan Belanda Jan-Kees Goet (kedua dari kanan) didampingi Menkop dan UKM, Teten Masduki (ketiga dari kanan) memanatu produk UMKM di Smesco Indonesia, Jakarta, Kamis (12/3/2020). ( Foto: Istimewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 12 Maret 2020 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Belanda sepakat bekerja sama memperkuat dan mengembangkan koperasi pertanian dengan mengadopsi keunggulan yang dimiliki oleh kedua negara. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan pertemuan bilateral dengan delegasi pemerintah Kerajaan Belanda yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Kerajaan Belanda, Jan-Kees Goet.

Teten mengatakan, pihaknya menawarkan kerja sama pengembangan koperasi pertanian Indonesia dengan koperasi agriculture di Belanda. Teten ingin mengadopsi kesuksesan koperasi pertanian Belanda untuk diterapkan di Indonesia. Karena, koperasi pertanian di Belanda telah banyak yang besar dan berkembang pesat.

Bahkan telah menjadi salah satu perusahaan besar di dunia. “Kita tawarkan kerja sama pengembangan koperasi pertanian di Indonesia dengan koperasi pertanian di Belanda. Koperasi pertanian di Belanda besar dan berkembang pesat, bahkan menjadi perusahaan besar. Kita ingin mengadopsi model koperasi Belanda untuk disesuaikan di Indonesia," tegas Teten Masduki di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Teten juga mendorong adanya investasi dari koperasi Belanda dengan koperasi Indonesia. Agar bisa terwujud adanya transfer pengetahuan, inovasi, dan manajemen.

Ia mengatakan, koperasi Indonesia yang masih kurang berkembang adalah koperasi yang bergerak di sektor riil. Sehingga diharapkan dengan kerja sama itu, maka produksi pertanian Indonesia bisa masuk ke Belanda.

Teten menjelaskan, delegasi Belanda di antaranya tertarik dengan kokopit untuk media pertanian di Negeri Kincir Angin tersebut. Karena isu lingkungan di pasar negara-negara Eropa merupakan isu yang sensitif.

"Mereka tertarik dengan produk kokopit yang ada di Smesco, untuk media pertanian. Tapi kita harus perhatikan bahwa pasar Eropa sensitif dengan isu lingkungan," tambah Teten.

Teten mengaku telah menginformasikan hal tersebut kepada Kementerian Luar Negeri, untuk segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama bilateral Indonesia dengan Kerajaan Belanda. "Ini akan dijadikan kerja sama bilateral dengan Belanda. Sudah diinformasikan dengan Kemlu," ujarnya.

Perkenalkan Smesco

Sebelum melakukan pertemuan bilateral, Teten mengajak delegasi Kerajaan Belanda untuk melihat produk produk unggulan UMKM Indonesia di Gedung Smesco Indonesia Jakarta.

Teten memperkenalkan gedung Smesco sebagai pusat pengembangan UKM di Indonesia, tempat dimana seluruh informasi, fasilitas, dan promosi disediakan bagi UKM dan Koperasi. "Gedung ini, Smesco merupakan singkatan dari SMEs and Cooperatives. Kami menyebut tempat ini sebagai The Center of Excellence of SMEs and Cooperatives yang melaksanakan fungsi sebagai pusat pengembangan UKM di Indonesia, tempat di mana seluruh informasi, fasilitas, dan promosi disediakan bagi UKM dan Koperasi," kilahnya.

Ia juga menjelaskan tentang kondisi UMKM di Indonesia. "Berdasarkan data 2018, Indonesia memiliki 64 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah yang merupakan penyumbang 60% PDB negara ini. Dan dalam era digitalisasi, kami fokuskan program pengembangan UKM untuk go global agar mampu melahirkan UKM yang berdaya saing," kata Teten.

Sementara itu Wakil Menteri Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Kerajaan Belanda, Jan-Kees Goet, mengatakan, kerja sama antara Indonesia dan Belanda akan menguntungkan sektor UMKM di Indonesia. Ia juga optimistis, jika kerja sama itu terwujud maka akan membuat UMKM Indonesia lebih berkembang, inovatif, dan akan lebih mudah masuk ke pasar Internasional.

"Kerja sama ini bisa menguntungkan UMKM di Indonesia. UMKM akan bisa berkembang, inovatif, dan masuk ke pasar internernasional," tegasnya.

Hadir mendampingi Menkop dan UKM di antaranya Deputi Produksi dan Pemasaran Victoria Simanungkalit, Deputi Pengawasan Suparno, Staf Khusus Menteri bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik, Direktur Utama Smesco, Leo Sabrata, dan Direktur Utama Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB), Soepomo.

Sementara delegasi Belanda dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Kerajaan Belanda Jan-Kees Goet bersama dengan Director General, Guido Landheer, Agriculture Counselor, Wouter Verhey dan Policy Advisor, Ana Saleh.



Sumber: BeritaSatu.com