RUU Ciptaker dan Perpajakan Harus Lindungi Lima Kepentingan Nasional

RUU Ciptaker dan Perpajakan Harus Lindungi Lima Kepentingan Nasional
Dari kanan ke kiri : Ahmad Erani Yustika (moderator), Robert Endi Jaweng (sedang berbicara); Sukarmi; Wihana Kirana Jaya; dan Purwadi Soeprihanto berbicara dalam seminar soal Omnibus Law di Kampus UGM, Jakarta, Rabu (11/2/2020] [Foto: Edi Hardum] ( Foto: beritasatu.com / Edi Hardum )
Robertus Wardy / RSAT Jumat, 13 Maret 2020 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar ekonomi dari Universitas Brawijaya, Ahmad Erani Yustika menyambut baik kehadiran RUU Cipta  Kerja (Ciptaker) dan Perpajakan yang masuk dalam program Omnibus Law.

Kedua RUU itu diyakini bisa mengurai berbagai sumbatan dan hambatan yang terjadi selama ini. Namun kedua RUU itu harus memberikan perlindungan terhadap usaha kecil, kelestarian lingkungan, dan kedaulatan ekonomi nasional.

"Dua RUU itu harus mengadopsi lima kepentingan ekonomi nasional, baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Ahmad di Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Ahmad Erani menjelaskan lima kepentingan ekonomi nasional itu adalah menjaga stabilitas ekonomi. Di dalamnya mencakup pertumbuhan, inflasi, perdagangan, dan nilai tukar. "Ini kepentingan pertama yang harus dijaga," tegas Ahmad.

Kedua, meningkatkan mutu dan keadilan pembangunan. Poin ini mencakup penurunan ketimpangan, pengangguran, dan kemiskinan. Ketiga, memperkuat kedaulatan dan kemandirian ekonomi. Hal itu mencakup penguasaan sektor energi, pangan, keuangan, dan lain-lain.

Keempat, memastikan keberlanjutan pembangunan. Termasuk di dalamnya perbaikan ekologi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan daya saing. Kelima, tata kelola pembangunan yang kian mapan yang mencakup transparan, partisipatif, dan akuntabel.

"Ukuran-ukuran tersebut yang mesti dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam tiap pembahasan, pasal demi pasal," ujarnya.

Ahmad berpesan supaya RUU Cipta Kerja dan Perpajakan ini perlu dibahas secara utuh dan hati-hati. Selain itu, seluruh pemangku kepentingan perlu dilibatkan sehingga tujuan besar dapat diraih bersama tanpa ada yang ditinggalkan atau dirugikan.



Sumber: BeritaSatu.com