Imbas Corona, Hipmi Minta UMKM Diberikan Insentif

Imbas Corona, Hipmi Minta UMKM Diberikan Insentif
Ketua BPP Hipmi Bidang Industri Perdagangan dan ESDM, Rama Datau. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 17 Maret 2020 | 21:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah telah mengeluarkan beberapa arahan dalam menghadapi situasi saat ini sehubungan dengan pandemi virus corona atau covid-19. Kebijakan tersebut antara lain, imbauan tentang social distance dan bekerja serta belajar dari rumah. Bahkan, melalui kebijakan terbaru, pemerintah telah menetapkan masa darurat covid-19 sampai dengan 29 Mei 2020.

Kondisi ini membuat sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya pelaku usaha food and beverage (F&B) seperti restoran, kedai kopi dan lain-lain, akan langsung merasakan dampaknya. Pasalnya, dengan adanya imbauan tersebut, masyarakat menghindari tempat-tempat keramaian khususnya mal, restoran ataupun kedai kopi.

Baca: BNPB Sebut Pandemi Corona Bencana Skala Nasional

Ketua BPP Hipmi bidang industri perdagangan dan ESDM, Rama Datau mengatakan, menurut catatan Hipmi, pelaku usaha restoran, kedai kopi dan sebagainya, sudah mengalami penurunan angka penjualan atau sales sebesar kurang lebih 30 persen sejak adanya informasi masuknya virus corona di Indonesia.

"Sementara, pelaku UMKM di sektor ini sifatnya cash basis, yang artinya kebanyakan teman-teman itu untuk bisa menutupi operasional bulanannya itu benar-benar berdasarkan pendapatan mereka di bulan berjalan," ujar Rama kepada Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Rama menambahkan, apabila pendapatan mereka turun di bulan ini, maka di akhir bulan akan langsung terasa dampak terhadap bisnisnya. "Belum lagi, di bulan depan kita akan masuk ke bulan puasa dan lebaran. Tentu di setiap bulan puasa sudah pasti sales akan turun dan di lebaran harus menyiapkan dana untuk tunjangan hari raya atau THR," jelasnya.

Baca: Langkah OJK Restrukturisasi Kredit UMKM Diapresiasi

"Bisa dibayangkan, kalau trend sales terus seperti ini dan apalagi kalau semakin terjadi penurunan, maka akan banyak pengusaha UMKM di sektor food and beverage akan gulung tikar alias tutup," tegas Rama.

Oleh karena itu, lanjut Rama, Hipmi sangat berharap pemerintah dapat juga memberikan perhatian cepat kepada para pelaku usaha ini dengan cara memberikan beberapa insentif yang bisa segera di jalankan misalnya menghilangkan pajak PB-1 dan juga PPH 21 untuk gaji karyawan.

"Hal itu mengingat para pelaku usaha di sektor ini adalah para pengusaha muda dan pengusaha pemula yang memang juga mempunyai modal atau cashflow sangat terbatas," tandasnya.

Baca: Hipmi Dukung APNI Perjuangkan Harga Nikel

Menurut Rama, dengan adanya insentif tersebut minimal bisa membatu untuk bisa memperpanjang nafas untuk membayar gaji pegawai. Pasalnya, kalangan pengusaha setuju dengan anjuran Presiden Jokowi untuk tidak melakukan PHK kepada para karyawan.

"Selain itu, mungkin juga bisa diubah khusus untuk PPH 25 untuk UMKM tahun ini dihilangkan dulu. Tujuannya adalah agar tidak terjadi pemutusan kerja dan gulung tikar, karena kalau itu terjadi maka akan timbul lagi masalah baru," pungkas Rama.



Sumber: BeritaSatu.com