Kemperin Mampu Produksi 1.700 Botol Hand Sanitizer

Kemperin Mampu Produksi 1.700 Botol Hand Sanitizer
Produk pembersih tangan dari Litbang Kemperin. ( Foto: Istimewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Kamis, 19 Maret 2020 | 08:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Unit pendidikan dan lembaga litbang di lingkungan Kementerian Perindustrian (Kemperin) mampu membuat cairan pembersih tangan (hand sanitizer) guna meminimalkan penularan Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru. Inisiatif meracik hand sanitizer muncul karena kebutuhan yang cukup banyak di seluruh satuan kerja Kemperin.

Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK), salah satu unit penelitian dan pengembangan (litbang) di bawah naungan Badan Penelitian dan Pengembangan (BPPI) Kemperin yang berlokasi di Jakarta mampu memproduksi hand sanitizer sebanyak 500 liter per hari yang dikemas dalam berbagai ukuran sesuai kebutuhan.

Cairan pembersih tangan ini telah didistribusikan untuk kebutuhan di kantor pusat Kemperin. “Kami punya alat yang mampu memproduksi langsung (hand sanitizer) sebanyak 100 liter/batch. Bahkan, kami juga akan membuat cairan disinfektan,” tutur Kepala BBKK Wiwik Pudjiastuti dalam keterangan persnya, Kamis (19/3/2020).

Menurutnya, cairan hand sanitizer dan disinfektan yang diramu oleh timnya telah melewati proses riset yang baik. “Pendekatan kami ilmiah, jadi ada keunggulan yang kami buat seperti dengan menggunakan minyak atsiri (essential oil). Minyak atsiri selain berfungsi sebagai aroma, juga menambah efektivitas antimikroba produk ini," imbuhnya.

Menurut Wiwik, pihaknya telah lama mampu menciptakan kedua jenis produk tersebut. Ke depannya, BBKK berencana menjalin mitra dengan pelaku industri untuk memproduksi secara massal.

Lembaga litbang Kemperin yang juga memproduksi memproduksi hand sanitizer adalah Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Palembang.

Kepala Baristand Industri Palembang, Syamdian mengatakan, unit kerjanya memproduksi sekitar 40 liter produk tersebut untuk digunakan sebagai sarana menjaga kebersihan di lingkungan kerja. “Rencananya akan dibagikan ke area publik sekitar balai, yaitu mesjid, kantor pos, kantor kelurahan, kantor kecamatan, dan sekolah,” ujarnya.

Selain unit litbang, unit pendidikan di Kemenperin juga memproduksi hand sanitizer. Salah satunya adalah Politeknik ATI Padang di Sumatera Barat. “Dalam proses pembuatan hand sanitizer, kami melakukan di laboratorium terintegrasi dengen teaching factory, Program Studi Teknik Kimia Bahan Nabati,” kata Direktur Politeknik ATI Padang, Ester Edwar.

Menurut Ester, pihaknya membuat hand sanitizer sendiri lantaran sempat terjadi kelangkaan di pasaran. Dalam proses pembuatannya, Politeknik ATI Padang telah memperhatikan prosedur dan standar yang berlaku bagi kesehatan dan keselamatan.

Ester mengungkapkan, kampus di bawah binaan Kemperin ini sudah memproduksi sebanyak 1.700 botol hand sanitizer. Cairan pembersih tangan tersebut saat ini digunakan di lingkup Politeknik ATI Padang dan tidak untuk diperjualbelikan. “Semoga produksi kami ini bisa bermanfaat,” ujarnya.

Penggunaan hand sanitizer dinilai mampu menonaktifkan mikroorganisme yang menempel di tangan, dan pemanfaatannya juga disarankan ketika tidak bisa menjangkau air dan sabun.

Apalagi, penyakit Covid-19 saat ini sudah menjadi pandemi global sehingga membuat banyak orang melakukan tindakan preventif. Salah satu cara untuk mencegah penularan virus korona adalah menjaga kebersihan, seperti rajin mencuci tangan dengan air dan sabun.

Menperin Sehat

Di sisi lain, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan dirinya sehat dan tak tertular virus corona. Hal itu berdasarkan hasil tes kesehatan yang sudah diikutinya pada Minggu (15/3) lalu di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Agus mengatakan, ada tiga jenis tes yang sudah diikutinya, yaitu tes darah, rontgen paru dan tes Swab. Ketiga hasilnya itu sudah keluar dan ia dinyatakan negatif virus corona. “Alhamdulillah berdasar Swab test, hasilnya negatif,” ungkapnya.

Sementara itu, tes darah hingga paru-parunya pun dinyatakan dalam kondisi normal. Sehingga, Agus bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa tanpa ada kendala apa pun. “Swab test hari Minggu kemarin, juga darah dan rontgen serta oksigen dan tekanan darah juga. Minggu kemarin di RSPAD, Alhamdulillah, semua baik,” terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com