Akitivitas Penerbangan Anjlok, INACA Minta Tunda Pembayaran Biaya dan Pajak

Akitivitas Penerbangan Anjlok, INACA Minta Tunda Pembayaran Biaya dan Pajak
Ketua Umum INACA Denon B Prawiraatmadja. ( Foto: ANTARA )
Thresa Sandra Desfika / CAH Kamis, 19 Maret 2020 | 15:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengajukan permohonan penundaan pembayaran beberapa biaya operasional dan perpajakan bagi maskapai.

Penundaan pembayaran ini diharapkan bisa mendukung maskapai untuk tetap melanjutkan operasionalnya di tengah penurunan aktivitas penerbangan akibat pandemi virus korona. Adapun beberapa biaya yang diminta penundaan pembayarannya, antara lain untuk biaya kebandarudaraan, biaya pelayanan navigasi, sampai dengan pajak.

Baca Juga: INACA Dukung Kebijakan Penutupan Penerbangan ke Tiongkok

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan, dalam kondisi kekinian, secara rata-rata, aktivitas penerbangan mengalami penurunan 60 persen. Oleh karenanya, operator penerbangan perlu mendapatkan dukungan supaya tetap dapat melanjutkan operasionalnya.

"INACA sudah menyampaikan permohonan tunda bayar kepada pihak-pihak terkait untuk biaya-biaya operasional, termasuk (kepada operator) bandara, AirNav, dan Kementerian Keuangan untuk perpajakan" ungkap Denon saat dihubungi, Kamis (19/3).

Dia mengungkapkan, permohonan tersebut sudah disampaikan kepada pihak-pihak terkait pada 17 Maret 2020. Akan tetapi, INACA belum mendapatkan respon perihal permohonan yang sudah diajukan itu.

"Apabila permohonan penundaan pembayaran ini bisa dikabulkan, diharapkan semua maskapai penerbangan bisa tetap melanjutkan operasionalnya meskipun traffic turun," papar Denon.



Sumber: BeritaSatu.com