Gugus Tugas Rumuskan Enam Alat Prioritas Penanganan Corona

Gugus Tugas Rumuskan Enam Alat Prioritas Penanganan Corona
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Museum Sejarah Jakarta, Minggu, 22 Maret 2020. Penyemprotan tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). ( Foto: Antara / Dhemas Reviyanto )
Ari Supriyanti Rikin / WBP Minggu, 22 Maret 2020 | 11:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim pakar gugus tugas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) yang terdiri dari ahli kesehatan seluruh Indonesia telah merumuskan enam alat kesehatan dan logistik prioritas di antaranya alat pelindung diri (APD), reagen RT-PCR, viral transfer media (alat mengirim sampel virus), rapid diagnostic test (kit tes cepat), nassal swab (alat mengambil spesimen) dan ventilator (alat bantu pernafasan pasien sesak nafas).

Baca juga: Wisma Atlet Siap 100% Tangani Corona, Malam Ini Gladi Bersih

Tim pakar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, selain merumuskan kebutuhan alat prioritas, tim pakar yang terdiri dari persatuan dokter paru Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PRSI) juga telah merumuskan pedoman pencegahan untuk masyarakat serta penanganan media di fasilitas kesehatan.

"Hal yang dirumuskan yakni edukasi masyarakat tanpa tatap muka, manajemen tata kelola rujukan pasien dan calon pasien, tata kelola rapid test dan pemeriksaan lab lain, tata kelola pasien di rumah sakit, tata kelola karantina dan isolasi dan penanganan pasien meninggal," katanya dari kantor BNPB, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Pasien Positif Corona di Jakarta Bertambah Jadi 268 Orang

Wiku mengingatkan, dalam pencegahan Covid-19 masyarakat perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mematuhi pedoman baru Badan Kesehatan Dunia (WHO) terkait social distancing. "Social distancing terbaru dari WHO adalah physical distancing yang harus dipatuhi seluruh elemen masyarakat," ucapnya.

Selanjutnya, sebagai upaya identifikasi kasus agar cepat memutus mata rantai infeksi Covid-19 di masyarakat, tata kelola pemeriksaan cepat (rapid test) perlu dilakukan di fasilitas kesehatan dengan bantuan petugas medis. "Kita harus gotong royong dan disiplin agar masalah ini bisa diatasi secara bersama-sama," tegasnya.



Sumber: BeritaSatu.com