Atasi Corona, Opsi Lockdown Harus Diputuskan oleh Ahli Kesehatan

Atasi Corona, Opsi Lockdown Harus Diputuskan oleh Ahli Kesehatan
Kawasan Avenue de l'Opera, Paris, Prancis, Jumat (20/3/2020) pascakebijakan lockdown. ( Foto: AFP )
Herman / IDS Selasa, 24 Maret 2020 | 14:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dradjat Wibowo menyampaikan, untuk bisa menyelamatkan ekonomi Indonesia dari wabah virus corona atau Covid-19, hal utama yang harus dilakukan adalah dengan mencegah penyebaran wabah ini agar tidak semakin meluas. Sebab berkaca dari pengalaman negara lain seperti Tiongkok, Iran, hingga Italia, saat wabah ini semakin membesar. Alhasil, kegiatan ekonomi praktis berhenti di daerah-daerah yang paling besar terkena wabah.

“Penyelamatan ekonomi yang paling bagus adalah dengan mencegah jangan sampai wabah ini meledak. Apapun harus dilakukan, termasuk jika perlu harus lockdown. Seharusnya tidak perlu lagi ada perdebatan berapa besar dampak dari lockdown. Tidak perlu lagi kita diskusikan begitu suatu daerah menurut ahli epidemiologi atau ahli kesehatan masyarakat sudah harus lockdown, negara harus mengambil tindakan,” kata Dradjat Wibowo dalam diskusi yang digelar INDEF melalui telekonferensi, Selasa (24/3/2020).

Dradjat juga menegaskan, jangan biarkan politisi, ekonom, atau siapapun juga yang justru mengambil keputusan untuk lockdown atau tidak. Keputusan tersebut menurutnya harus diberikan kepada para ahli kesehatan.

“Berikan mereka (ahli kesehatan) kewenangan untuk memutuskan suatu daerah harus lockdown atau tidak, kemudian diserahkan kepada pusat penanganan krisis kita, lalu langsung dibuat keputusan politik. Jadi jangan memasukkan pertimbangan politik dan ekonomi untuk menentukan apakah harus lockdown atau tidak. Ini prinsip kunci yang harus dilakukan,” tegas Dradjat.

Pencegahan penyebaran Covid-19 menurutnya juga sangat penting jika melihat kapasitas fasilitas kesehatan yang dimiliki Indonesia. “Kita sama-sama tahu bagaimana kapasitas pelayanan kesehatan kita, berapa jumlah ruaang isolasi yang kita punya. Jangan sampai ada pasien Covid-19 yang dirawat bukan di ruang isolasi. Penting sekali untuk mencegah penyebaran virus ini,” kata Dradjat.

Ia juga mengapresiasi dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 mengenai realokasi anggaran untuk penanganan corona. Namun ia mengingatkan agar realokasi anggaran tersebut harus tepat sasaran, utamanya untuk kebutuhan alat-alat kesehatan, alat pelindung diri (APD), hingga penyediaan ruang isolasi.

“Dalam kondisi kita terkena ancaman wabah seperti ini, salah satu cara untuk menyelamatkan ekonomi adalah melalui public health spending atau belanja kesehatan masyarakat yang besar-besaran. Ini bisa mengkompensasi penurunan ekonomi yang terjadi di beberapa sektor, termasuk pariwisata, transportasi, dan sebagainya. Tentu kemampuan belanja public health ini harus kita model supaya kita tahu berapa yang dibutuhkan,” ujar Dradjat.



Sumber: BeritaSatu.com