Setahun, PEP Jalankan 300 Program Tanggung Jawab Sosial

Setahun, PEP Jalankan 300 Program Tanggung Jawab Sosial
Pertamina EP memanfaatkan sampah plastik untuk pupuk. ( Foto: Beritasatu Photo / Whisnu Bagus )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 24 Maret 2020 | 20:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina EP (PEP) anak usaha PT Pertamina (Persero) dinilai konsisten dan memiliki komitmen tinggi melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bagi masyarakat di sekitar operasi. Hal itu dibuktikan melalui 300 program berjalan per tahun senilai Rp 40 miliar per tahun.

Menanggapi hal itu, Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjadjaran, Risna Resnawaty, menilai PEP berhasil dalam mengimplementasikan TJSL. Beberapa unit bisnis PEP meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK). “Program TJSL PEP ada tiga faktor, yaitu inovasi dan keunggulan jenis program, sumber daya pelaksana, dan pelaporan yang baik,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (24/3/2020).

Menurut dia, PEP memiliki divisi khusus yang menangani urusan TJSL. “Dapat dikatakan jika perusahaan lain masih menjadikan TJSL sebagai kegiatan pendukung, PEP menjalankan TJSL sama seriusnya dengan menjalankan bisnisnya,” kata Risna.

Pakar manajemen lingkungan sekaligus Dewan PROPER KLHK, Sudharto P Hadi, menambahkan komitmen PEP dalam pengelolaan lingkungan dan kepedulian sosial cukup tinggi dan menjadikan triple bottom line (profit, people dan planet) sebagai pilar-pilar pedoman dalam mewujudkan keberlanjutan perusahaan (corporate sustainability). Hal tersebut terinternalisasi dalam kebijakan, strategi dan operasi perusahaan. “Setiap tahun mereka menetapkan target berapa lapangan yang harus memperoleh peringkat hijau dan emas,” ujar mantan Rektor Universitas Diponegoro (2010-2014) itu.

Dengan menjadikan triple bottom line sebagai pedoman, menurut Sudharto, perusahaan akan memperoleh manfaat baik tangible: efisiensi energi, konsumsi air, mengurangi timbulan limbah dan emisi dan intangible seperti citra baik, hubungan harmonis dengan stakeholder dan warga masyarakat. “Di samping itu juga memperoleh akses terhadap lembaga keuangan seperti Bank, OJK serta harga saham yang meningkat,” katanya.

Menurut Sudharto, banyak perusahaan mengucurkan dana puluhan miliar rupiah tetapi tidak berhasil meraih peringkat emas. Dana yang besar tetapi tidak dibarengi dengan pengorganisasian yang baik justru menjadi bumerang, menciptakan warga masyarakat menjadi dependent (tergantung) dan tidak mandiri (self-sufficient community).

Pengamat CSR dari Universitas Gadjah Mada Krisdyatmiko, menambahkan perusahaan yang memperoleh PROPER Emas berarti telah menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan lingkungan, ditambah dengan memiliki program-program pengembangan masyarakat demi mewujudkan tanggung jawab sosialnya.

Atas komitmen dan implementasi program TJSL itu, paling mutakhir PEP mendapatkan Best Indonesia Green Awards 2020 pada pertengahan Maret 2020 lalu. Dalam forum Indonesia Green Awards tersebut mayoritas field yang dikelola PEP mendapatkan penghargaan untuk enam kategori, yaitu kategori penanganan sampah plastik, penyelamatan sumber daya air, rekayasa teknologi dalam menghemat energi, pengembangan keanekaragaman hayati, memelopori pencegahan polusi, dan mengembangkan pengolahan terpadu.

Sebelumnya, PEP juga mencatatkan rekor sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memperoleh empat PROPER Emas dalam dua tahun berturut. Empat PROPER Emas yang diraih PEP itu adalah pada 2018 melalui PEP Asset 1 Rantau Field, PEP Asset 3 Subang Field dan Tambun Field, dan PEP Asset 5 Tarakan Field serta 2019 melalui tiga unit bisnis yang sama, kecuali Tarakan Field yang digantikan oleh PEP Asset 1 Jambi Field.



Sumber: BeritaSatu.com