Harga Emas Tergerus Akibat Penguatan Dolar

Harga Emas Tergerus Akibat Penguatan Dolar
Ilustrasi emas. ( Foto: Beritasatu Photo/David Gita Roza )
/ WBP Selasa, 31 Maret 2020 | 05:28 WIB

Chicago, Beritasatu.com - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melanjutkan penurunan pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (31/3/2020) karena dolar AS menguat ketika para pelaku pasar mengukur potensi dampak ekonomi global akibat penyebaran virus corona (Covid-19).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni jatuh US$ 10,9 atau 0,66 persen, menjadi US$ 1.643,2 per ounce. Emas berjangka juga anjlok US$ 26,2 atau 1,59 persen menjadi US$ 1.625 per ounce pada akhir pekan lalu.

Baca juga: Emas Antam Naik Jadi Rp 926.000 Per Gram

Logam mulia diperdagangkan di bawah tekanan karena indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,9 poin atau 0,91 persen, menjadi 99,26 pada pukul 17.55 GMT. Kenaikan dolar membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Masalah rantai pasokan yang mengganggu emas dan menaikkan harga pada minggu-minggu sebelumnya telah dapat diselesaikan dan tidak lagi mempengaruhi harga perdagangan logam mulia, para analis mencatat.

Emas juga berada di bawah tekanan karena bursa AS menguat. Dow Jones Industrial Average naik 690,70 poin, atau 3,2 persen 22.327,48. S&P 500 naik 3,4 persen menjadi 2.626,65 sedangkan Nasdaq Composite ditutup 3,6 persen lebih tinggi menjadi 7.774,15.

Baca juga: Wall Street Rebound Didorong Saham Teknologi, Dow Naik 3%

Namun demikian, prospek logam kuning masih tetap berkilau. Suku bunga yang lebih rendah dan kebijakan ekonomi yang lebih longgar cenderung menguntungkan emas karena mereka mengurangi potensi kerugian memegang aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil.

"Kejatuhan resesi akibat wabah corona pada ekonomi global menunjukkan bahwa investor cenderung untuk terus mencari tempat berlindung di emas," analis di BNP Paribas mengatakan dalam sebuah catatan, seperti dikutip dari Xinhua.

"Kami memperkirakan permintaan emas tetap kuat, setidaknya sampai kondisi ekonomi mulai stabil."

Logam mulai lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 40,2 sen atau 2,77 persen menjadi US$ 14.132 per ounce. Sedangkan, platinum untuk pengiriman Juli jatuh US$ 17,8 atau 2,4 persen, menjadi US$ 723,8 per ounce.



Sumber: Xinhua, Antara