BI Tampik Adanya Rencana Bailout

BI Tampik Adanya Rencana Bailout
Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan Dedy Krisnariawan Sunoto (Kiri) dan Pgs. Pemimpin Divisi BUMN & Institusi Pemerintah (BIN) BNI Litasari Wahju Widjajanti (Kanan) menandatangani Perjanjian Kredit Sindikasi Dana Talangan Tanah (DTT) untuk Proyek Jalan Tol Ruas – Jakarta Cikampek II Selatan. Penandatangan tersebut dilaksanakan di Jakarta, Jumat (28 Desember 2018).
Lona Olavia / EHD Kamis, 2 April 2020 | 17:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Langkah Bank Indonesia (BI) yang diperkenankan membeli obligasi pemerintah di pasar perdana atau lelang melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1/2020 ditampik bukan merupakan upaya pemerintah untuk dana talangan alias bailout seperti Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) saat krisis 1998.

“Ingat jangan disamakan dengan bailout, jangan artikan ini sebagai BLBI. Pembelian SBN dan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) dari BI adalah the last resort. Dan saat ini juga sudah ada koordinasi dengan Kementerian Keuangan, LPS, dan OJK yang menjaga kesehatan ekonomi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam live streaming Perkembangan Ekonomi Terkini, Kamis (2/4/2020).

UU BI mengamanatkan bank sentral hanya boleh menyerap Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai salah satu bentuk stabilisasi nilai tukar rupiah. BI dilarang masuk ke lelang SBN, karena akan menyebabkan kenaikan jumlah uang beredar dan berdampak terhadap inflasi.

Namun, Covid-19 ini membuat kondisi normal tidak berlaku. Ada risiko pasar belum tentu bisa menyerap SBN yang diterbitkan pemerintah sehingga mengancam pembiayaan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selama pasar masih bisa menyerap SBN yang diterbitkan pemerintah, lanjut Perry, BI belum perlu masuk ke pasar perdana. Untuk saat ini, ada indikasi pasar mampu melakukan itu.

“Minggu lalu dari target indikatif Rp 15 triliun dan yang dimenangkan Rp 20 triliun. Dan pada akhirnya akan terjadi capital inflow,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com