Harga Emas Diuntungkan Rekor Klaim Pengangguran AS

Harga Emas Diuntungkan Rekor Klaim Pengangguran AS
Ilustrasi emas. ( Foto: Antara / Muhammad Adimaja )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 3 April 2020 | 06:31 WIB

Chicago, Beritasatu.com- Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tajam pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (3/4/2020), menyusul rekor klaim pengangguran AS yang lebih buruk dari perkiraan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni melonjak US$ 46,3 atau 2,91 persen, menjadi US$ 1637,7 per ounce.

Permintaan safe haven didukung laporan klaim pengangguran mingguan AS yang dirilis Kamis (2/4/2020). Departemen Tenaga Kerja AS menyebut ada 6,6 juta klaim pengangguran, yang berakhir 28 Maret, atau lebih buruk dari perkiraan.

Dampak virus corona (Covid-19) terhadap ekonomi tetap menjadi perhatian utama investor, sehingga mereka mengabaikan kekuatan Indeks Dolar AS, yang naik 0,62 poin atau 0,62 persen, ke level 100,29 pada pukul 17.50 GMT.

Baca juga: Wall Street Menguat Dipicu Harapan Meredanya Perang Harga Minyak

Investor juga mengabaikan kenaikan ekuitas AS ketika Dow Jones Industrial Average naik 469,93 poin, atau 2,24 persen menjadi 21.413, S&P 500 naik 56,4 poin, atau 2,28 persen menjadi 2.526,9 dan Nasdaq Composite naik 126,73 poin, atau 1,72 persen menjadi 7.487.

Analis mencatat meski data ketenagakerjaan tambahan diharapkan akan dirilis pada Jumat waktu setempat, laporan klaim pengangguran lebih penting karena data ketenagakerjaan berasal dari paruh awal bulan sebelum virus corona menyebabkan lockdown di sejumlah wilayah.

Baca juga: Trump Sebut Rusia-Saudi Capai Kesepakatan, Harga Minyak Meroket 24%

Pandemi covid-19 telah menginfeksi satu juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 50.000 serta memaksa negara-negara lockdown guna memerangi wabah.

“Kami berpikir bahwa emas kemungkinan akan terus memainkan peran penting bagi portofolio investor selama beberapa bulan ke depan mengingat semua turbulensi. Namun, volatilitas akan tetap tinggi," kata analis ED&F Man Capital Markets Edward Meir, dalam sebuah catatan.

Dia mengatakan, tanda-tanda pelemahan ekonomi yang berkepanjangan dan langkah stimulus agresif pemerintah dan bank-bank sentral dunia akan memberi angin segar pada emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 67 sen atau 4,79 persen, menjadi US$ 14,654 per ounce. Platinum pengiriman Juli naik US$ 12,2 atau 1,7 persen, menjadi US$ 730 per ounce.



Sumber: Reuters