Dokter dan Perawat Covid-19 dapat Perlindungan BPJamsostek

Dokter dan Perawat Covid-19 dapat Perlindungan BPJamsostek
Dua staf Rumah Sakit Siloam berdiri di ruang rawat sementara khusus pasien Covid-19 yang menempati area Lippo Plaza Mampang, Jl. Mampang Prapatan Raya, Jakara Selatan, 30 Maret 2020. ( Foto: Jakarta Globe / Yudha Baskoro )
Siprianus Edi Hardum / EHD Jumat, 3 April 2020 | 20:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Seluruh pekerja yang sudah menjadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dan kebetulan tertimpa musibah yakni terjangkit Covid-19 dan meninggal dunia pasti menjadi perlindungan dari BPJamsostek yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian (JKm). “Semua pekerja yang telah terdaftar sebagai peserta BPJamsostek tentu saja akan mendapatkan perlindungan dan manfaat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Kepala Humas BPJamsostek, Utoh Banjarsyah kepada Beritasatu.com, Jumat (¾/2020).

Pemerintah dan WHO telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi, dimana Covid-19 ini bisa menyerang siapa saja, bukan hanya pekerja atau tenaga medis.

Utoh menegeaskan, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKm, Perpres 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat Kerja, dan Permenkes Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Penyakit Akibat Kerja maka hanya tenaga medis/paramedis yang bertugas merawat pasien Covid-19 yang berhak mendapatkan manfaat JKK atas kasus penyakit akibat kerja karena tenaga medis tersebut yang melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19.

Ia mengatakan, peserta BPJamsostek selain petugas medis/paramedis yang merawat pasien Covid-19, apabila meninggal dunia akibat Covid-19 maka ahli waris berhak mendapatkan manfaat JKm sebesar 42 juta dan apabila memenuhi masa iur minimal tiga tahun juga berhak mendapatkan beasiswa maksimal 174 juta untuk dua orang anak.

“BPJamsostek siap membayarkan manfaat JKK atau JKm sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila tenaga medis tersebut merupakan peserta BPJamsostek,” kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com